Lagi, Tentang Halloween di Arab Saudi

Lagi, Tentang Halloween di Arab Saudi

Acara dalam gambar di bawah adalah acara resmi yang merupakan rangkaian Riyadh Season tahun ini. Jadi tidak ada yang ditangkap. Tapi bocah SD di Saudi saja tahu bedanya pekan horor dengan Halloween (sila lihat di vlog mereka).

Tapi kenapa diadakan? Nah, itu lebih menarik dibahas ketimbang kesana kemari menunggu jawaban Salafi/Wahabi. Ya, tidak akan ada jawaban karena memang tidak ada hubungan.

Acara Riyadh Season itu bisnis hiburan baru. Gunanya utk memutar duit. Saudi punya duit publik 672 billion dollar, salah satu terbesar di dunia dan paling transparan, dan duit harus diputar/invest. Salah satunya lewat industri hiburan.

Cuma problemnya, industri hiburan apa yang cocok dengan kultur Saudi? Bayangkan, Anda disuruh buka even hiburan tahunan 3-4 bulan utk masyarakat Saudi yg 60%-nya anak muda dengan dana triliunan.

Tapi dengan syarat: tidak ada narkoba, tidak ada miras, tidak ada rokok, tidak ada eksibisi aurat, tidak menyinggung pemerintah, dan seterusnya. Acara apa yang bisa Anda lakukan?

infohajian.org

Misalnya soal miras. Sependek pengetahuan saya, hanya Saudi yang melarang penuh alkohol. Qatar? Pesan di hotel. Pakistan? Ada wine shop. Dubai? Abu Dhabi? Banyak di Duty Free. Mesir? Ada beverage store. Yordan? Ada liquor store. Yaman? Beli di hotel. Malaysia? Bisa pesan antar. Turki ? Indonesia?

Apa hubungannya miras dengan industri hiburan? Hubungannya erat sekali. Hampir mustahil bikin industri hiburan tanpa miras, bahkan narkoba. Kalau itu saja mustahil, apalagi yang lain.

Dari sisi ini, terlihat betapa ketat dan sulitnya. Salah sedikit akan dikritik publik. Di sisi lain, dana yang ada harus diputar. Investasi sudah dilakukan dimana-mana, mulai dari klub bola hingga proyek NEOM. Tapi duit masih banyak. Jadi ini problem negara kaya (Menurut Opung, Saudi juga akan invest di IKN).

Kira-kira, kalau Anda ditawari oleh panitia di Saudi dengan syarat dan ketentuan di atas, acara hiburan apa yg bisa anda lakukan?

Vlog Saudi Kids:

Dinukil dari status FB Ibnu Rajab