KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah Temui Warga Indonesia di Kota Industri Terbesar Dunia, Jubail

KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah Temui Warga Indonesia di Kota Industri Terbesar Dunia, Jubail

Pada hari Jum’at (18/11) malam selepas shalat Isya, masyarakat Indonesia di kota industri terbesar di dunia, Jubail, berbondong-bondong mendatangi Baisan Suites Hotel, tepatnya di lantai pertama.

Kedatangan mereka memenuhi undangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh sekaligus sosialiasi rekrutmen Tenaga Pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Turut hadir pada acara tersebut Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Kerajaan Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad dan Konsul Haji Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Nasrullah Jasam.

Dalam kesempatan silaturahim tersebut, Dubes Abdul Aziz menyampaikan kembali tugas-tugas KBRI dalam melayani masyarakat Indonesia. Selain itu, Dubes Abdul Aziz mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kekompakan warga Indonesia selama tinggal di Arab Saudi.

Terutama menjelang Pemilu akan datang, diharapkan masyarakat Indonesia tidak terpecah belah karena perbedaan pandangan politik, termasuk juga perbedaan dalam cara beragama. Selain harus tetap menjaga diri untuk mengikuti peraturan di Kerajaan Arab Saudi yang berbeda dengan Indonesia.

infohajian.org

Saat sesi pertanyaan, beberapa warga Indonesia di Jubail seperti biasanya, sempat mengadukan beberapa permasalahan yang dihadapi seperti dalam masalah hukum hingga pekerjaan di Arab Saudi. Menjawab lontaran pertanyaan warga, Pensosbud, Konsuler dan Fungsi Politik KBRI Riyadh merespon dengan jawaban satu persatu.

Sebelum acara ditutup, Konsul Haji KJRI Jeddah, Nasrullah Jasam menyampaikan maksud kunjungannya di Jubail adalah dalam rangka sosialisasi rekrutmen Tenaga Pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Niat tersebut, menurut Nasrullah sebenarnya sudah ingin dilaksanakan beberapa tahun sebelumnya, tetapi baru kali ini bisa terlaksana.

Menurutnya, PPIH selama ini didominasi oleh warga Indonesia yang berdomisili di Jeddah, Makkah dan Madinah. Maka diharapkan setelah ada sosialisasi tersebut, tenaga pendukung PPIH bisa direkrut dari seluruh warga Indonesia di seluruh Saudi, termasuk di Wilayah Timur; Jubail, Dammam dan sekitarnya.

Nasrullah juga menyampaikan bahwa pendaftaran PPIH akan segera dibuka pada bulan Desember mendatang yang akan bekerja selama 50-70 hari lebih sesuai dengan penempatannya di Madinah, Makkah atau Jeddah. Sebanyak 800 PPIH akan dibutuhkan dari warga Indonesia seluruh Saudi, dengan imbalan honor SR 200/hari.[]