Share the Ideas oleh: Share the Ideas
promo: Share the Ideas

Berita 150 Pangeran Terinfeksi Corona: Sikap Kasar Media dan Kecemburuan Kemakmuran Arab Saudi

Berita 150 Pangeran Terinfeksi Corona: Sikap Kasar Media dan Kecemburuan Kemakmuran Arab Saudi

Setelah 4 hari berlalu berita dusta tentang pangeran di Arab Saudi, seperti hoaks-hoaks sebelumnya, redup dan tidak ada pengaruh apapun terhadap Kerajaan Arab Saudi.

Terkait dengan pemberitaan tersebut, analisa menarik ditulis oleh Zahack Tanvir, seorang Computer Engineer, Diploma di London School of Journalism, Founder & Editor MilliChronicle.com.

Berita palsu tentang 150 bangsawan Saudi yang terpapar #Coronavirus dimulai oleh New York Times, kemudian Times of Israel. Dinukil oleh Al-Jazeera Qatar dan secara bertahap diterjemahkan portal berita regional.

Umrah Mandiri
Promo

New York Times menyebutkan— “menurut ‘peringatan tinggi’ internal yang dikirim oleh pejabat rumah sakit”.

Di berita tersebut hanya menyebutkan peringatan tinggi internal, tapi tidak dipastikan apa peringatan tinggi internal ini?

Kemudian disebutkan tentang beberapa pejabat rumah sakit secara acak. Pejabat rumah sakit apa? Di mana rumah sakit ini berada? Siapa petugasnya?

Lebih lanjut, dikatakan “Salinan diperoleh oleh The New York Times,” adakah yang bisa bertanya di mana salinan ini?

Laporan hanya didasarkan pada spekulasi, karena media tahu bahwa mayoritas pembaca BODOH dan mereka dapat menerima apa pun!

Selain itu, penulis laporan tersebut adalah Ben Hubbard dari Lebanon, yang pernah menulis sebuah buku melawan Pangeran Muhammad bin Salman. Jelas saja dia sedang mencari cara untuk membuatnya terkenal.

Sayangnya, Anda tidak paham politik!

Sementara itu, jurnalis Libanon Maria Maloof, dengan terang-terangan menyebut staf NYTimes sebagai “pembohong.” Dia menganggap bahwa laporan tersebut sebagai “informasi yang salah” dan “kebohongan total.” Sekaligus bertanya, mengapa mereka terus menargetkan keluarga Kerajaan Arab Saudi?

Mohammad Wasim Ameen, seorang peneliti dari universitas bergengsi India yang berbasis di New Delhi Jamia Milla Islamia, memposting di halaman Facebook-nya. Dia berbicara tentang sikap kasar media Barat dalam menangani urusan yang berkaitan dengan Arab Saudi.

“Rumor beredar dan menyebar hari ini. Beberapa bulan yang lalu, sebuah berita viral tentang gaya hidup mewah seorang Pangeran Saudi yang meninggal 13 tahun lalu, dan bahkan berita kematian Muhammad bin Salman telah viral,” tulis Wasim. “Tampaknya media dunia dan negara-negara demokratis terganggu oleh kemakmuran Arab Saudi dan rakyatnya.” jll

*) Sumber: millichronicle, FP Zahack Tanvir