Umrah dan Haji Anti Mainstream: Biaya Terjangkau Tanpa Antri

Umrah dan Haji Anti Mainstream: Biaya Terjangkau Tanpa Antri

Di antara impian kaum muslimin adalah berziarah ke al-Haramaian untuk menunaikan ibadah umrah dan haji. Tetapi tidak semua muslimin diberikan kelapangan rezeki dan umur untuk melaksanakannya.

Karenanya, mulai banyak yang memutar otak, mencari cara agar dapat menjalankan manasik haji dan umrah dengan memaksimalkan kemampuan yang dimilikinya.

Ada yang mengagendakan umrah “backpaker,” yang dimaknai menjalankan umrah secara mandiri, yaitu jamaah menyediakan koper masing-masing tidak disediakan oleh agen perjalanan. Ditambah tidak ada layanan yang membantu bawaan jamaah seperti saat naik-turun ke kendaraan.

Untuk mengirit biaya lagi, pihak agen travel umrah tidak menyediakan makan bagi jamaah. Para jamaah dipersilahkan untuk memilih beberapa opsi; membelinya ke restoran selama manasik, memesan katering atau jika memungkinkan berbekal sendiri sejak keberangkatan.

Sementara penginapan di hotel yang layak diisi untuk empat orang (quad) dalam sekamar. Tentu saja model umrah “backpacker” seperti ini cocok untuk kawula muda, meski memungkinkan berpasangan suami-istri.

iklan google

Bagaimana dengan haji? Tantangan terberat adalah sistem antri hingga puluhan tahun bagi jamaah haji Indonesia. Kuota 200 ribuan jamaah di tahun yang normal sebelum pandemi, masih belum mampu mempersingkat masa tunggu.

Kabupaten Bantaeng misalnya, waiting list di urutan terlama di Indonesia, selama 98 tahun. Daerah lain rata-rata estimasi masa tunggu jamaah di setiap daerah Indonesia selama 30 tahun.

Oleh karenanya, muncul ide berhaji langsung berangkat, tanpa antri. Jika sebelumnya telah dikenal secara luas dengan visa furoda (user dan mujamalah), kini lahir gagasan dengan visa ekspatriat atau residen (mukimin).

Kedua jenis haji tersebut sama-sama menjanjikan keberangkatan di tahun yang sama saat pengajuan dan pembayaran, bahkan mengalahkan ONH Plus yang masih menunggu beberapa tahun. Hanya saja di tahun lalu visa furoda banyak yang gagal berangkat.

Bagaimana mendapatkan lebih banyak informasi dan bergabung dalam jamaah umrah dan haji anti mainstream di atas? Ikuti diskusi rutin virtual mingguan zoom bersama saudinesia. Untuk mendapatkan tautan ruang zoom, silahkan bergabung di WAG Info Saudia:

WAG Ikhwan 2