Cara Saudi Mendiversifikasi Ekonomi Tidak Bergantung Lagi Kepada Minyak

Cara Saudi Mendiversifikasi Ekonomi Tidak Bergantung Lagi Kepada Minyak

Selama enam tahun terakhir, the Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi meningkat secara substansial. Sekarang PIF memegang saham di semua perusahaan besar dunia, seperti Amazon, Google, Visa, Microsoft, Disney, Nintendo, Uber, PayPal dan Zoom, di antara banyak lainnya.

Tak cukup di situ, PIF juga membeli perusahaan hiburan, tim sepak bola Liga Utama Inggris, Newcastle United, sebuah turnamen golf profesional dan memiliki hubungan yang signifikan dengan BlackRock, manajer aset terbesar di dunia.

Dan faktanya, setiap kali Anda membeli karamel mocha latte di Starbucks, atau memainkan game online World of Warcraft, berarti Anda telah mendukung investasi Saudi.

PIF pertama kali didirikan pada tahun 1971, tetapi baru-baru ini saja, dana Saudi tersebut melakukan investasi besar-besaran dan menjadi pemain internasional yang besar.

Kebijakan tersebut berjalan seiring dengan mulainya Putra Mahkota Muhammad bin Salman (MBS) mulai mengkonsolidasikan kekayaan kerajaan. MBS menjadikan PIF sebagai pusat rencananya untuk memodernisasi negara dan mendiversifikasi ekonominya dari minyak.

infohajian.org

BACA: Aset Dana Investasi Saudi Naik 26% Menjadi $ 117 Miliar Di Tahun 2020
BACA: Coronavirus: PIF Arab Saudi Borong Saham di Boeing, Citi, Disney, Facebook

Pada tahun 2016, PIF pertama kali menjadi berita utama global karena menginvestasikan $3,5 miliar (€3,1 miliar) ke perusahaan taksi online, Uber.

Pada tahun 2019, Karen Young, seorang peneliti senior di Pusat Kebijakan Energi Global Universitas Columbia, mencatat bahwa peran baru PIF dalam ekonomi Saudi sebagai yang “belum pernah terjadi sebelumnya.”

PIF diprediksi akan menjadi dana kekayaan negara terbesar dan “paling berpengaruh” di dunia pada tahun 2030, dengan aset senilai $2 triliun. Saat ini PIF memiliki sekitar $608 miliar, lebih dari empat kali lipat dari tahun 2015.

Saat ini, Dana kekayaan negara Norwegia sebagai yang terbesar di dunia dengan mengelola aset senilai $1,4 triliun dan PIF masih berada di urutan ke-6.

Tetapi prospek PIF untuk naik peringkat sangat mulus. Dampak krisis energi global yang disebabkan oleh invasi Rusia ke Ukraina, harga minyak telah meningkat secara substansial.

Akibatnya Arab Saudi, produsen minyak terbesar kedua di dunia, meraup surplus anggaran untuk pertama kalinya dalam 10 tahun dan kemungkinan akan mampu memompa lebih banyak uang ke PIF.

Pengaruh PIF di kancah internasional banyak diperbincangkan beberapa kalangan. Seperti biasa, para hater Saudi menaruh kecurigaan negatif dengan penuh buruk sangka.

Melalui PIF dan dana lain yang berinvestasi secara global, Arab Saudi digambarkan oleh Kara Swisher, seorang jurnalis dan pakar AS mengungkapkan, “jika Anda menghapus Saudi dari jaringan global di seluruh dunia, semuanya runtuh.”

Saat ini, PIF sebagian besar masih bertindak sebagai investor yang mencari keuntungan, kata Karen Young. “Ini benar-benar alat domestik untuk investasi lokal dan transformasi ekonomi Saudi.”

Peneliti di Universitas Columbia tersebut juga mengakui, “saat ini, prioritasnya adalah pertumbuhan domestik, penciptaan lapangan kerja, dan stabilitas di Arab Saudi.”[dw]