Umrah Ramadan oleh: Tour Saudi Bilboard Dekstop
promo: Tour Saudi Bilboard Dekstop

Ramai-Ramai Giring Opini Wanita Pangkas Rambut Sangat Pendek di Arab Saudi

Ramai-Ramai Giring Opini Wanita Pangkas Rambut Sangat Pendek di Arab Saudi

“Kamu sudah baca berita di media Indonesia hari ini?”

“Oh ya, berita itu toh, sudah biasa, media selalu menulis berita yang tidak penting dan menframing Arab Saudi sesuai keinginannya.”

“Iya benar, Saudi ini memang ‘seksi,’ semua hal kecil diekspos, media pengen banyak viewer, cari cuan dari pengunjung, dengan mengekspos Saudi sebagai kiblat umat Islam, dicitrakan ini dan itu.”

Umrah Anti Mainstream
Promo

“Padahal dari dulu, siapa yang tahu perempuan Saudi sudah berambut pendek? Yang ramai sekarang konon dari satu orang wanita bernama Safi, berambut pendek terus dikasih judul ‘wanita saudi ramai-ramai rambut jadi pendek’.”

“Generalisir dan framing ya! Apakah media yang menulis itu telah melakukan survey kemudian menyimpulkan’beramai-ramai,’ berapa sih yang ‘ramai-ramai’ itu? Absurd!”

“Tapi itu dia, pembaca berita digiring, kurang jeli dan kritis, padahal hanya menulis satu orang berambut pendek ditulis beramai-ramai!”

—- ***** —-

Demikian kesimpulan obrolan ringan dengan beberapa warga Indonesia yang mukim di Arab Saudi. Rata-rata tidak kaget lagi dengan cara media menggoreng berita di Arab Saudi.

Dan lagi-lagi, Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman (MBS) menjadi “kambing hitam.” Alih-alih mengekspos hasil kunjungan MBS ke beberapa negara tetangga dalam pekan terakhir ini.

Sejak lama kaum sekuler dan liberal di Arab Saudi berusaha mempengaruhi kebijakan pemerintahnya. Sebagian berhasil dengan berlakunya beberapa regulasi yang dianggap menyelisihi UUD Kerajaan Arab Saudi yang berdasakan Syari’ah Islam.

Di antaranya juga acap kali menyelewengkan makna dan maksud perkataan MBS. Seperti saat MBS diwawancarai stasiun televisi Amerika CBC pada tahun 2019, bahwa yang dimaksud adalah tidak harus dengan abaya serba hitam bagi wanita untuk menutup aurat.

Tetapi yang disebarluaskan MBS membebaskan wanita tanpa hijab.

Umrah Anti Mainstream
Promo

Demikian pula dalam wawancara terakhir di MBC. Saat itu MBS mengatakan bahwa hadits-hadits shahih yang bisa dijadikan sumber hukum di Arab Saudi.

Tapi apa kata Saudi hater? MBS membuang sebagian besar hadits, mementingkan sebagian hadits dan tidak mengakui sebagian lainnya. Semua perkataannya diselewengkan (tahrif) demi menyudutkan pemimpin muda yang banyak dihasadi di Timur dan Barat ini.

Dan sejak lama warga diberi kebebasan berpakaian, yang terpenting tidak melanggar Peraturan Adab (Dzauq ‘Aam) yang di dalamnya mengadopsi hukum syari’ah.

Di antaranya pengaturan mengenakan pakaian yang kurang layak digunakan di tempat umum yang tidak sesuai pada tempatnya atau bertingkahlaku yang tidak sopan dengan menafikan rasa malu. Semua jenis pelanggaran seperti ini terancam denda mulai 100 hingga 6 ribu reyal.

Lantas, apa maksud media selalu menyoroti Arab Saudi dengan citra yang negatif, terutama bagi kaum muslimin. Barangkali dengan membaca beberapa artikel di bawah ini bisa menjawabnya: