Umrah Ramadan oleh: Haji Tanpa Antri Bilboard Dekstop
promo: Haji Tanpa Antri Bilboard Dekstop

“Riyal Palestina Saudi:” Sumbang 1 Reyal Palestina Untuk Selamatkan Orang Arab

“Riyal Palestina Saudi:” Sumbang 1 Reyal Palestina Untuk Selamatkan Orang Arab

Pembelaan Kerajaan Arab Saudi bukan hanya kata-kata dan hiasan penghibur di depan kamera atau tulisan media saja. Tetapi sejak 1948, tentara serta rakyat Arab Saudi turun ke medan perang mengusir penjajah Israel di bumi Palestina.

Baca: Pembelaan Saudi Terhadap Palestina Bukan Hanya Kata-Kata

Era berganti, setelah usaha fisik bertahun-tahun dari masa pendiri Raja Faisal hingga di era modern, tak pernah surut sokongan Saudi dalam bentuk apapun kepada Palestina.

Kuota Haji Dalam Negeri
Promo

BACA: Sikap Arab Saudi Terhadap Isu Palestina; Pernyataan Resmi dari Pemerintah Palestina

Dalam perang pembebasan melawan Israel pada Perang Oktober 1973 tanggal 10 Ramadhan, Raja Faisal membiayai pembelian senjata dari Rusia untuk Mesir dan Suriah serta menghentikan ekspor minyak ke Barat agar memaksa Barat menyelesaikan masalah Palestina.

Arab Saudi diancam akan diduduki sumur-sumur minyaknya, sehingga reaksi Raja Faisal rahimahullah, adalah menambang sumur-sumur minyak tersebut dan mengancam meledakkannya ketika ada upaya untuk mendudukinya.

Beliau mempunyai ungkapan yang terkenal:

نحن حديثي عهد بالبداوة نعود للخيام وناكل التمر ونشرب الحليب ونركب الجمل

“Kami baru dari era Badui, Kami akan kembali ke tenda; makan kurma, minum susu, dan menunggang unta.”

Pada masa pemerintahan Raja Fahd, dia telah mendukung perjuangan Palestina dengan nyata, seperti Pangeran Bandar bin Sultan kisahkan, juga inisiatif perdamaian yang disampaikan oleh Raja Abdullah pada Konferensi Tingkat Tinggi Arab. Dia menyampaikan pidatonya yang terkenal sebagai “Inisiatif Arab.”

Dan sekarang pada masa pemerintahan Raja Salman, dia ingin menerapkan inisiatif Arab Saudi dalam kondisi normalisasi dengan Israel dengan menetapkannya berbagai syarat; menjadikan Palestina negara merdeka dengan Al-Quds sebagai ibukotanya dan kembali kepada perbatasan 1967.

BACA: Pidato Raja Salman di Majelis Umum PBB: Saudi Tolak Berdamai Dengan Israel

Promo

Artinya ini sebagai syarat pertama yaitu melibatkan Otoritas Palestina dalam perundingan dan mengetahui apa yang sedang terjadi serta memenuhi hak rakyat Palestina.

Inilah syarat yang diajukan kepada Amerika mengenai masalah Palestina, meskipun sayangnya beberapa negara Arab telah sepakat dengan Israel tanpa syarat apapun dan melupakan syarat tersebut, sebagaimana Inisiatif Arab yang disetujui pada KTT Arab beberapa waktu silam.

Terakhir, posisi Arab Saudi adalah perbuatan sebelum kata-kata, jadi tidak ada yang memberikan pidato kosong kepada Saudi, yang saat ini Arab Saudi telah berhenti bernegosiasi dengan Amerika mengenai normalisasi hubungan dengan Israel akibat serangan di Gaza.[]