Mengenal Haji Furoda: Kalau Gratis, Kenapa Kok Malah Bayar Mahal?

Mengenal Haji Furoda: Kalau Gratis, Kenapa Kok Malah Bayar Mahal?

Saya coba mengurutkan dari pangkalnya. Semoga Anda tidak bosan dalam membacanya.

Pembimbing Ibadah Haji

Saya coba mengurutkan dari pangkalnya. Semoga Anda tidak bosan dalam membacanya.

Secara makna furoda (فرادى) artinya adalah ‘sendiri’. Jika dikatakan جَاءوا فُرَادَى maka secara makna sama dengan جَاءوا وَاحِدًا وَاحِدًا artinya ‘mereka datang sendiri-sendiri.

Istilah furoda juga digunakan dua kali dalam al-Quran yaitu pada surat al-An’am 94 dan surat Saba’ 46.

infohajian.org

Jadi bisa dikatakan haji furoda adalah haji perseorangan. Kenapa dikatakan demikian? Mungkin maksudnya karena ini adalah jalur haji non-kuota.

Secara istilah resmi dalam sistem haji di Arab Saudi, haji furoda ini dikenal dengan nama Mujamalah. Bisa diartikan sebagai “penyambutan undangan.” Nah, di sini titik pertanyaannya, haji undangan kok bayar mahal?

Baik kita coba jelaskan.

Tidak semua undangan haji berisikan paket komplit, lengkap dengan tiket, voucher hotel dan lainnya. Biasanya undangan yang gratis adalah jenis undangan dari Kerajaan Arab Saudi. Tamu Kerajaan sudah dijamin segala fasilitasnya, tinggal perlu menyiapkan paspor saja.

Cuman permasalahannya, siapalah kita dan berapa banyak jumlah kita sehingga berharap mendapatkan undangan Kerajaan secara gratis tanpa perlu antri?

Nah sebenarnya hampir setiap pejabat di Arab Saudi mendapatkan hak untuk mengundang koleganya di negara lain untuk berhaji. Pejabat ini adalah para pangeran (amir/amirah).

Setiap pangeran akan mendapatkan sebuah akun dari protokoler kerajaan (المراسم الملكية) untuk dapat mengakses website di Kementerian Haji (وزارة الحج والعمرة) . Lengkap dengan username dan OTP (one time password) yang dikirim langsung ke handphone pangeran.

Sebelum pandemi, setiap pangeran bisa mengundang lebih kurang 5 orang kolega dari luar negeri untuk berhaji. Namun di tengah pandemi ini setiap akun yang dimiliki pangeran hanya bisa mengundang 2 hingga 3 orang saja untuk berhaji.

Kuota haji dari sebagian pangeran ini kemudian dikelola oleh kolektor untuk ditawarkan ke beberapa negara (termasuk ke Indonesia). Daripada tidak terpakai, maka dipersilakan siapa yang hendak menggunakan kuota tersebut dengan ‘sedikit’ memberikan tips ke para kolektor ini.

Setelah kuota didapat, travel di Indonesia akan diforward username dan OTP dari para pangeran di Arab Saudi (melalui kolektor). Kemudian dilakukan beberapa tahapan hingga visa dapat dikeluarkan.

Berikut ringkasan prosesnya dari halaman website Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi:

  1. Memasukkan detail profil jamaah
  2. Memasukkan paket pemesanan
  3. Membuat voucher paket
  4. Melakukan pembayaran
  5. Proses Visa

Setiap tahapan memerlukan proses yang cukup rumit dengan teknis yang berubah-ubah.

Anda bisa lihat sendiri bahwa visa mujamalah (furoda) pun berbayar. Pembayaran ini untuk berbagai paket selama di Arafah – Muzdalifah – Mina, transportasi dan berbagai keperluan lainnya.

Ini belum termasuk dengan biaya penerbangan, paket selama tinggal di Madinah dan masih banyak rincian lainnya.

Jadi jangan sampai ada yang salah mengira bahwa visa furoda adalah menjual sesuatu yang seharusnya gratis. Ini kekeliruan informasi. Hanya karena pernah mendengar si A, si B, atau si C diundang untuk berhaji secara gratis oleh Kerajaan Arab Saudi, kemudian menganggap bahwa haji furoda adalah kesempatan gratis yang dijual mahal.

*) Ditulis oleh Ustadz Rafiq Jauhary, Pembimbing Ibadah Haji, dengan sedikit perubahan seperlunya.