Setali tiga uang, media Barat, dari Amerika hingga Eropa tidak pernah malu menulis berita hoax.
The Washington Post dan the New York Post sejak 2017 hingga 2019, menulis berita konyol.
Bermodal desas-desus, Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman (MBS), dituduh menyembunyikan lukisan terkenal “Salvator Mundi.”
Konon klaim dari situs pasar seni, Artnet, membocorkan bahwa lukisan Leonardo da Vinci tersebut disembunyikan di superyacht “Serene,” yang dibeli oleh MBS.
Dan yang lebih memalukan, netizen hingga media nasional ikut mengamini tuduhan tersebut dengan menerjemahkan dan menyebarluaskan.
BACA: Pangeran Arab Saudi Membeli Lukisan Leonardo da Vinci Seharga 450 Juta Dollar?!
Akhirnya, Salvator Mundi, yang diyakini dilukis oleh Leonardo da Vinci, ditemukan di lemari kamar tidur di Napoli pada Sabtu (16/1) minggu lalu.
“Lukisan itu ditemukan Sabtu berkat operasi polisi yang brilian dan cerdas,” kata jaksa Napoli Giovanni Melillo.
Kabar penemuan lukisan yang awalnya dituduhkan kepada MBS, terbantahkan oleh media mereka sendiri.
Mengutip dari Associated Press, the Washington Post juga memberitakannya, tanpa malu dan merevisi tulisan tudingan tahun sebelumnya.
Menanggapi wajah asli pers Barat tersebut, ada usulan agar media seperti di atas diseret ke meja hijau. Pertanyaanya, oleh siapa dan ke penegak hukum mana dilaporkan?
Sebagai gambaran, menurut Mohamad J. Samman, pendiri Justice Office di Amerika, justru lebih banyak gugatan kepada Saudi tercatat di Pengadilan Washington DC., dari pihak-pihak pembencinya (barisan sakit hati).[]
