Cara Menemukan Berita Palsu Tentang Arab Saudi

Cara Menemukan Berita Palsu Tentang Arab Saudi

Jika Anda sudah cukup lama menyelidiki berita palsu terutama yang terkait dengan Arab Saudi, maka inilah kunci untuk menemukan berita palsu: begitu banyak tanpa nama (anonimitas).

Berita palsu tentang Arab Saudi akan membuat Anda berpikir bahwa Anda sedang membaca laporan spionase dari MI6, CIA, KGB, atau Mossad. Penuh anonimitas.

Anonimitas ini akan membuat berita sulit untuk diverifikasi oleh semua orang kecuali Tuhan dan penulis berita (bukan reporter, karena berita itu diragukan ada, jadi bagaimana melaporkan hal seperti itu?).

Syarat penulisan sebuah berita 4W1H (siapa, apa, di mana, kapan & bagaimana) adalah informasi utama yang harus ada dalam berita, jika berita tidak memilikinya maka kemungkinan berita palsu sangat tinggi.

Tidak peduli apakah berita tersebut ditulis dari media internasional dan mainstream lagi terkenal seperti DW (Deutsche ‘Waste‘) atau AFP (Agence ‘Fake’ Presse) atau pengekornya di Tanah Air.

infohajian.org

Mari kita bandingkan kedua artikel dalam gambar dari DW dan Saudi Gazette di bawah ini:

Tentang Penari Tiang (Pole Dancer) di Arab Saudi: Siapa, apa, di mana: Nada, seorang instruktur yoga berusia 28 tahun, May al-Youssef, yang memiliki salah satu sasana gym di Riyadh.

Tentang Atlet Pendaki Wanita Iran: Siapa, apa, di mana, kapan: Elnaz Rekabi, 33 tahun. Seorang atlet pendaki wanita Iran, International Federation of Sport Climbing, Kedutaan Besar Iran di Seoul, Selasa.

Apakah Anda sudah melihat perbedaannya?

Dalam berita tentang Arab Saudi, Nada, karakter utama bahkan tidak memiliki nama keluarga. Rincian seperti usia & instruktur yoga tidak ada gunanya, karena seseorang dapat dengan mudah mengubahnya menjadi aktris porno berusia 17 tahun misalnya.

Tidak ada yang bisa memverifikasi profesi atau usia. Sama dengan pemilik gym. Tidak ada satu pun nama gym yang disebutkan. Lalu bagaimana kita bisa memverifikasi? Sedangkan dalam berita Iran, tokoh utamanya jelas.

Dia memiliki nama keluarga dan dua lembaga yang kredibel dapat memverifikasi dia. Mereka adalah Kedutaan Besar Iran di Seoul dan Federasi Olahraga Panjat Tebing Internasional.

Polanya sama dengan cerita tentang bikini beach di Arab saudi atau legalisasi minuman beralkohol di NEOM. Anda tidak akan pernah menemukan kejelasan siapa yang melaporkannya, di mana tempatnya, dan seterusnya. Begitu banyak anonimitas![]

*) Mohammad Farhan, interested in Geopolitics Anti Extremist.