Umrah Ramadan oleh: Umrah Ramadan Bilboard Dekstop
promo: Umrah Ramadan Bilboard Dekstop

Beberapa Catatan Media dan Sikap Barat Kepada Kepemimpinan Arab Saudi

Beberapa Catatan Media dan Sikap Barat Kepada Kepemimpinan Arab Saudi

Jauh sebelum era digital seperti saat ini, Kerajaan Arab Saudi diulas secara negatif oleh media dan dunia Barat. Film-film Hollywood sejak lama menampilkan di filmnya tokoh teroris, gila harta dan wanita dengan mengenakan pakaian khas Arab.

Belanjut hingga saat ini, surat kabar Eropa dan laporan media AS menframing bahwa Arab Saudi sebagai berikut:

  • Mengancam keamanan energi.
  • Mengancam rantai pasokan global.
  • Mengancam olahraga internasional; golf, F1, sepak bola dan sektor game elektronik.
  • Dituding merebut sabuk pertambangan internasional dari Asia Timur melalui Pakistan ke Kanada.
  • Mengancam perlombaan senjata dengan kecerdasan buatan dengan membeli sejumlah besar chip elektronik untuk membangun sistemnya sendiri.
  • Arab Saudi mengancam Barat untuk menarik perusahaan dan kompetensi langka dengan banyak keuntungan dan godaan keuangan dan politik.

Beberapa poin di atas belum seberapa dibandingkan kabar dusta (hoax) yang lebih vulgar dan memalukan dunia pers dan jurnalistik. Silahkan baca kumpulan hoax Arab Saudi di sini: https://saudinesia.id/?s=hoax.

Haji Tanpa Antri
Promo

Meskipun demikian, sebagian media Barat mulai mengakui eksistensi dan kepemimpinan Arab Saudi berperan dan berpengaruh terhadap kekuatan global. The Cristian Science Montitor Amerika misalnya, mengungkapkan:

Sungguh mengejutkan bahwa kejadian-kejadian ternyata seperti ini; Seorang pemimpin Timur Tengah yang difitnah lima tahun lalu kini sangat didekati oleh Washington dan sekutu-sekutu utamanya di Barat.

Hal ini bukan karena Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman melakukan apapun untuk memperbaiki hubungan dengan para kritikus internasional, tetapi justru sebaliknya.

Dia telah menggunakan kekayaan minyak negaranya yang melimpah untuk mencapai tujuan Visi 2030, yaitu membangun perekonomian yang tidak terlalu bergantung pada minyak.

Dan menjadikan negaranya pemain terdepan dalam energi terbarukan, iklim, transformasi digital, pariwisata dan investasi, termasuk olahraga internasional seperti golf dan sepak bola.

Dia juga menjadikan kerajaannya tidak hanya sebagai kekuatan regional, namun juga sebagai kekuatan besar di panggung dunia.

Sebelumnya CNN juga menulis kiprah Muhammad bin Salman saat berlangsung KTT Ukraina di Jeddah beberapa waktu lalu. Menurut CNN, dia menginginkan lebih dari sekadar perdamaian, tetapi juga:

  • Yang paling diinginkan MBS adalah pasar minyak yang stabil dan hubungan perdagangan yang lebih kuat di seluruh Teluk.
  • Jika sebelumnya semua jalan bertemu di Roma, hari ini Arab Saudi telah menjadi tempat pertemuan kepentingan global.
  • Jenis diplomasi yang dilakukan MBS adalah untuk meningkatkan citra peran Teluk Arab, pemangku kepentingan yang memiliki pengaruh nyata, dan bukan pesaing yang saling bergulat seperti di masa lalu.

Gerald F. Hyman dalam artikelnya tentang Arab Saudi yang terbit di nationalinterest menyatakan dengan gamblang: “Amerika Serikat harus memperbaiki hubungannya dengan Arab Saudi. Amerika Serikat memiliki kepentingan geopolitik yang vital di Teluk yang stabil dan bersahabat.”

Karen Young, Pusat Kebijakan Energi Global, Universitas Columbia menjelaskan bahwa invasi ke Ukraina menghancurkan fantasi kemandirian yang tersisa. Ini mendorong Eropa untuk mempertimbangkan kembali ketergantungannya pada Rusia. Dan itu memaksa Amerika Serikat untuk mengakui pengaruh Teluk yang berkelanjutan di pasar energi.

Promo

Dalam dunia olahraga, sebelum puluhan bintang sepakbola mendarat di Saudi mengikuti legenda Ronaldo, Surat kabar Italia Tuttosport menulis judul “Skema Saudi membuat UEFA bergidik.”

Menurut Tuttosport, melalui pembentukan kejuaraan global tahunan yang disebut “Liga Super” di Arab Saudi, dengan partisipasi klub-klub besar Eropa yang tidak berhasil lolos ke Liga Champions, surat kabar ini menulis bahwa Asosiasi Sepak Bola Eropa gemetar dengan gagasan tersebut.

Meskipun fakta mulai tampak jelas di depan mata tentang Arab Saudi, tetapi media hater dan sebagian netizen mengamininya sebagai cara paksa untuk menutupinya.[]