Kisah ini disampaikan oleh Emelia, seorang Muslim Swedia, lahir di Arab Saudi tahun 1999, mengaku dari keturunan dinasti Viking. Seorang dokter ahli bedah, terampil dalam memanah, gemar membaca. Seorang perempuan yang bangga dengan keislamannya.
Siapa pun yang bertanya tentang Islam kami, saya berasal dari keluarga Swedia kuno dari dinasti Viking.
Keluarga kami menganut agama Kristen yang sangat ketat. Ayah saya pindah bekerja ke Saudi Aramco di Kerajaan Arab Saudi sebelum saya lahir.
Dia tahu di sana dia akan berurusan dengan kaum muslimin. Dia ingin tahu mengapa mereka berdoa dan takut kepada Allah dan mencintai Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ayah saya mengagumi moral orang Saudi dan rasa hormat mereka yang luar biasa, sehingga hubungan mereka dengannya dengan penuh cinta, kemurahan hati, dan kejujuran.
Ketika dia mengunjungi rumah temannya di Saudi, dia biasa mendengarkan Al-Qur’an dan mengatakan bahwa dia merasa sangat nyaman.
Teman ayah saya mulai mengajaknya masuk Islam tanpa bicara. Dia mengajaknya masuk Islam dengan akhlaknya. Saat itu pula, ayahku ingin mengunjungi kota untuk melihat tempat kelahiran orang terhebat di bumi ini.
Temannya mengatakan kepadanya bahwa “Anda harus menjadi seorang Muslim untuk melakukannya.” Ayahku mengatakan kepada temannya, “Jadi, saya harus menjadi seorang Muslim dulu.”
Ayah saya berkata, “Saya merasa ada kekuatan yang memilih saya untuk menjadi seorang Muslim dan saya merasa bahwa saya dilahirkan kembali.”
Ayah saya memberi tahu ibu saya bahwa dia telah memeluk Islam. Dia memberitahunya, bahwa sekarang dia seorang Muslim.
Kemudian apa jawab ibuku? Dia berkata kepada ayahku, “Aku bersamamu.” Ibuku sangat mencintai ayahku.”
Dia berkata lagi, “Aku tidak akan meninggalkanmu dan aku bersamamu dalam Islam.”
Keluarga dan saudara laki-laki saya masuk Islam satu setengah tahun sebelum saya lahir. Mereka belajar Al-Qur’an. Kehadiran mereka di Arab Saudi merupakan anugerah dari Allla Ta’ala.
Ayah saya berkata, bahwa kegembiraan orang-orang di sana untuk kami sangat besar, dan mereka sangat ingin mengajari kami segalanya. Sekarang, alhamdulillah, keluarga kami semua adalah Muslim.
Dan kami juga menghafal Kitabullah. Saya memiliki delapan saudara laki-laki, semuanya menghafal Al-Qur’an al-Karim, juga kami berjuang untuk menyebarkan agama besar ini di sini, Swedia, di Tanah Air kami.[]