Umrah Ramadan oleh: Umrah Ramadan Bilboard Dekstop
promo: Umrah Ramadan Bilboard Dekstop

Ini Dia 13 Kuliner Khas Dari Setiap Provinsi di Arab Saudi

Ini Dia 13 Kuliner Khas Dari Setiap Provinsi di Arab Saudi

Komisi Seni Kuliner Arab Saudi tetapkan Al-Margaouq terpilih sebagai hidangan daerah untuk wilayah Riyadh sedangkan Saleeg terpilih sebagai hidangan daerah untuk wilayah Makkah. Penetapan ini sebagai bagian dari inisiatif Narasi Hidangan Nasional dan Regional.

Komisi tersebut mengidentifikasi hidangan yang paling mewakili seluruh wilayah Arab Saudi. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya komisi untuk meningkatkan kehadiran warisan kuliner Saudi baik secara lokal maupun global.

Nasi Madini merupakan hindangan khas wilayah Madinah, sedangkan Al-Mulayhiya terpilih sebagai masakan untuk Wilayah Perbatasan Utara.

Haji Tanpa Antri
Promo

Al-Bukayla terpilih sebagai hidangan daerah untuk wilayah Al-Jouf, roti Muqana untuk wilayah Al-Baha, Keubaibat Hail untuk wilayah Hail, dan Al-Ruqsh untuk wilayah Najran, yaitu hidangan populer yang terbuat dari gandum.

Al-Kleja terpiilih kuline khas dari wilayah Al-Qassim, sedangkan beras Hassawi mewakili makanan khas Provinsi Timur.

Al-Maghsh merupakan menu khas untuk wilayah Jazan, yaitu daging yang diolah dalam panci batu, diasinkan dan direndam dalam air. Adapun Al-Sayadiah merupakan hidangan wilayah Tabuk, sementara Al-Haneeth untuk wilayah Asir.

Semua menu kuliner di atas terpilih dari masing-masing daerehnya melalui komite khusus bersama dengan penilaian yang pararel dengan pemerintah daerah masing-masing.

Kuliner khusus di setiap daerah tersebut, sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Inisiatif Narasi Hidangan Nasional dan Regional Arab Saudi, yang dinilai sebagai nilai budaya dan warisan, serta sejarah hidangan tersebut.

Hal ini selain untuk mencerminkan geografi daerah dan budaya kulinernya, serta kontribusi sajian ini dalam menunjang perekonomian masyarakat setempat.

Komite tersebut juga menyatakan bahwa jareesh sebagai hidangan nasional Saudi dan maqshush sebagai hidangan penutup (dessert) nasional pada Januari 2023.

Inisiatif ini bertujuan untuk merayakan budaya seni kuliner Saudi, berinvestasi pada nilai simbolisnya dan mendokumentasikan berbagai resepnya.

Penetapan makanan khas setiap daerah ini juga guna lebih mengenalkan di kalangan masyarakat umum dari berbagai kalangan, lokal maupun internasional, serta melestarikannya sebagai salah satu warisan budaya berbagai wilayah Arab Saudi.

Promo

Komisi ini telah memperluas cakupan inisiatifnya hingga mencakup berbagai wilayah, mendefinisikan setiap wilayah menurut tingkat wilayahnya untuk merayakan keragaman seni kuliner dan meningkatkan kehadirannya dalam kehidupan kontemporer.

Hal ini memperhitungkan dampak ekonomi yang ditimbulkan dengan melakukan investasi pada hidangan dan bahan-bahannya, memperdagangkannya dan menyajikannya di berbagai gerai perhotelan kepada khalayak lokal dan internasional.

Patut dicatat bahwa masakan tradisional Arab Saudi mempertahankan umur panjang dan warisannya, yang telah dilestarikan oleh generasi baru dari nenek moyang mereka.

Secara umum, Arab Saudi terkenal dengan banyak masakan populer, karena setiap daerah memiliki masakan yang membedakannya dengan makanan antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Masakan Saudi juga dibedakan dari cita rasa asli Arabnya, yang membuat banyak orang lebih memilih masakan Saudi dibandingkan yang lain.[]

Sumber: SG