Umrah Ramadan oleh: Haji Tanpa Antri Bilboard Dekstop
promo: Haji Tanpa Antri Bilboard Dekstop

Arab Saudi dan PBB Gelar Lokakarya Kontraterorisme

Arab Saudi dan PBB Gelar Lokakarya Kontraterorisme

Lokakarya kontraterorisme dimulai di Riyadh pada hari Selasa (15/3) sebagai bagian dari kolaborasi antara Naif Arab University for Security Sciences dan Kantor Kontra-Terorisme PBB.

Acara dua hari bertemakan “Pertimbangan yang Diperlukan untuk Pengambilan Keputusan Dakam Menyelidiki Kejahatan Terorisme” mempertemukan 55 peneliti dan spesialis dari seluruh dunia.

Acara ini diselenggarakan dalam rangka kesepakatan yang ditandatangani antara UNOCT dan NAUSS yang ditandatangani Oktober lalu untuk memperkuat kerja sama dan upaya bersama dalam kontraterorisme dan kekerasan ekstremisme.

Kuota Haji Dalam Negeri
Promo

Lokakarya tersebut membahas kendala-kendala yang dihadapi para pejabat dalam pemberantasan terorisme, faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan di bidang pemberantasan terorisme, dan review model-model pemecahan masalah untuk melakukan investigasi di bidang terorisme dan memperjelas langkah-langkahnya.

Para ahli dari lembaga keamanan dan hukum serta badan-badan yang terkait dengan pemberantasan terorisme dari Yordania, Bahrain, Arab Saudi, Sudan, Somalia, Oman, Qatar, Kuwait, Libya, Mauritania, Spanyol, dan Meksiko turut ambil bagian.

Kesepakatan Oktober lalu menunjukkan komitmen kedua lembaga terhadap melawan terorisme dan ekstremisme agama dengan menyusun strategi pengembangan kapasitas di tingkat nasional, regional, dan internasional.

Presiden NAUSS Dr. Abdulmajeed Al-Banyan sebelumnya mengatakan kesepakatan itu akan menawarkan lebih banyak layanan bersama kepada pemangku kepentingan universitas, khususnya dalam pengembangan kapasitas, penelitian bersama, dan mendukung pembuatan kebijakan di bidang kontra-terorisme.

NAUSS telah menyelenggarakan lebih dari 270 kursus pelatihan, 22 seminar, dan 90 kuliah untuk mengimplementasikan bagian ilmiah dari Konvensi Arab Untuk Penanggulangan Terorisme di bidang akademis, penelitian, pelatihan, media, dan pendidikan.

Melalui kegiatan tersebut, perguruan tinggi telah menangani terorisme dalam semua aspek dan dimensinya, menyiapkan lebih dari 19 studi ilmiah tentang metode pemberantasannya, dan menerbitkan 50 publikasi ilmiah yang mengulas fenomena terorisme dan faktor-faktor yang memperburuknya.[]

Sumber: ARBN

Promo