Sekutu Arab Saudi mengutuk keras upaya terus menerus dan sistematis milisi Houtsi yang didukung Iran yang menargetkan warga dan fasilitas sipil di Arab Saudi.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (28/10), Kementerian Luar Negeri Bahrain, mengutuk serangan rudal balistik ke arah Najran, serta enam drone bermuatan bahan peledak menuju wilayah Saudi, yang menargetkan penduduk sipil.
Menteri luar negeri Bahrain memuji kewaspadaan dan efisiensi Koalisi Arab dalam mencegat dan menghancurkan rudal balistik dan drone.
Bahrain menegaskan solidaritas tak tergoyahkan dengan Arab Saudi terhadap semua yang mengancam keamanan dan stabilitasnya, sekaligus menyeru kepada komunitas internasional untuk mengutuk serangan teroris yang mengancam keamanan dan stabilitas Arab Saudi.
Sementara itu, UEA dalam sebuah pernyataan yang sama, mengingatkan bahwa peningkatan serangan teroris Houtsi baru-baru ini adalah eskalasi yang berbahaya.
UEA menegaskan kembali solidaritas penuhnya kepada Arab Saudi atas semua ancaman terhadap warga sipil, menegaskan kembali dukungannya untuk semua tindakan yang diambil oleh otoritas Saudi untuk menjaga keamanan dan stabilitas negara.
Kementerian UEA juga menegaskan bahwa keamanan UEA dan Arab Saudi tidak dapat dipisahkan, ancaman apa pun yang dihadapi Kerajaan dianggap sebagai ancaman bagi keamanan dan stabilitas UEA.
Sementara itu, juru bicara Duta Besar Kementerian Luar Negeri Yordania, Dhaifallah Al-Fayez, menegaskan kembali kecaman dan penolakan Yordania atas serangan teroris pengecut yang berulang kali ini.
Duta Besar Al-Fayez mengonfirmasi dukungan penuh Yordania terhadap upaya Saudi dalam mempertahankan keamanan dan stabilitasnya serta melindungi rakyatnya.
Al-Fayez mengatakan bahwa setiap ancaman terhadap keamanan Arab Saudi merupakan ancaman bagi keamanan dan stabilitas seluruh kawasan.
Sebagaimana dilaporkan pada hari Rabu, Pertahanan Arab Saudi mencegat
2 rudal balistik dan 6 drone yang diarahkan kedua target. Serangan beruntun ini dilancarkan milisi Houtsi dan menargetkan warga sipil di wilayah Arab Saudi.