Warga Saudi mengerti, sejak digulirkan Visi Saudi 2030, tudingan dan berita dusta terhadap Arab Saudi bertambah deras dan kejam. Termasuk di antaranya legalisasi minuman keras beralkohol.
Sejak 2017, Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad Salman dengan tegas menyatakan “Tidak ada tempat untuk minuman beralkohol dalam proyek kota NEOM dan tidak akan melanggar hukum berlaku di Arab Saudi.”
Begitupula Komisi Pariwisata dan Cagar Budaya Nasional Saudi (SCTNH) Arab Saudi menyatakan: “Dari awal, pimpinan telah memperjelas bahwa itu sama sekali tidak terjadi,” kata salah seorang pejabatnya kepada Arab News pada Desember 2019.
“Saya belum mendengar adanya rencana untuk mengizinkan alkohol di kota-kota besar, zona bebas atau proyek baru,” lanjutnya, sambil mengingatkan “jika Anda membaca berita palsu, Anda akan melihat semuanya berdasarkan kabar angin dan tweet dari akun yang ditengarai memiliki agenda yang patut dipertanyakan jika berbicara tentang Saudi.”
BACA: Saudi Bantah Berita Legalisasi Alkohol
Menteri Pariwisata Arab Saudi, Ahmad al-Khatib juga membantah rumor yang beredar. Ahmad membantah kepada Bloomberg TV desas-desus bahwa orang asing akan diizinkan untuk minum alkohol di beberapa area yang ditentukan.
Dia menegaskan:
“لم نتحدث عن ذلك، ففي مسح للسياح وغيرهم من الزوار الأجانب قبل الوباء، لم نسمع عنه على أنه شكوى”
“Kami tidak membicarakannya, dalam survei wisatawan dan pengunjung asing lainnya sebelum pandemi, kami tidak mendengarnya sebagai keluhan.”[]