Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi meluncurkan platform baru yang bertujuan untuk memfasilitasi peziarah yang ingin mengunjungi Mekah dan Madinah dalam perjalanan ibadah, sebagai bagian dari Visi Kerajaan 2030.
Platform terpadu yang baru Nusuk, diluncurkan pada hari Senin (26/9) dan akan menjadi pintu gerbang ke Mekah dan Madinah, memungkinkan muktamirin membuat rencana perjalanan umrah mereka sendiri dengan berbagai layanan yang ditawarkan.
“Dengan Nusuk, wisatawan dari seluruh dunia dapat dengan mudah mengatur seluruh kunjungan mereka, mulai dari mengajukan eVisa hingga memesan hotel dan penerbangan,” tulis web tersebut.
Web nusuk.sa tersebut memuat detail dan berbagai informasi yang dibutuhkan peziarah agar kunjungan mereka bisa direncanakan sedini mungkin.
Misalnya, ditawarkan pilihan berbeda untuk akomodasi, landmark dan destinasi bersejarah yang ingin ditambahkan untuk dikunjungi ke daftar peziarah.
Layanan lainnya untuk para pengunjung Haramain adalah sarana transportasi yang dapat digunakan untuk bepergian, selain peta interaktif untuk memfasilitasi proses pemesanan.
“Nusuk memberikan informasi dan layanan yang luas bagi jamaah dan pengunjung, memungkinkan mereka untuk melakukan manasik umrah dengan mudah dan nyaman,” sebagaimana pernyataan di akun Twitter resmi platform tersebut.
Platform ini diluncurkan atas kerja sama dan kemitraan dengan Otoritas Pariwisata Saudi, di mana nusuk.sa terhubung dengan layanan yang disediakan di “Visit Saudi Arabia” untuk memperkaya perjalanan para peziarah.
Selain dapat memfasilitasi reservasi dan prosedur komunikasi untuk menyediakan berbagai paket dan program untuk meningkatkan pengalaman pengunjung menuju Mekkah dan Madinah.
Nusuk merupakan inisiatif dari Vision 2030 Pilgrim Experience Program, yang bertujuan untuk memberikan pengalaman maksimal kepada jamaah umrah dengan layanan terbaik.
Menteri Haji dan Umrah dan Ketua Panitia Program Pengalaman Haji, Dr Tawfiq bin Fawzan al-Rabiah mengatakan, platform Nusuk hadir sebagai kelanjutan dari upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada jamaah melalui penggunaan yang sarana teknologi mutakhir.
Sementara itu, Ahmed al-Khateeb, Menteri Pariwisata dan Ketua Dewan Direksi Otoritas Pariwisata Saudi, mencatat bahwa platform baru ini adalah “langkah kunci dalam mencapai tujuan Visi Saudi 2030 dengan memfasilitasi proses umrah dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh umat Islam.”[]


Sumber: alarabiya