Umrah Ramadan oleh: Haji Tanpa Antri Bilboard Dekstop
promo: Haji Tanpa Antri Bilboard Dekstop

Syaikh Sudais Ingatkan Sunnah Nabi Tidak Terus Menerus Membaca Doa Qunut

Syaikh Sudais Ingatkan Sunnah Nabi Tidak Terus Menerus Membaca Doa Qunut

Hari Jumat malam ke 12 Ramadhan (22/3) kemarin di Masjidil Haram setelah shalat 2 rakaat witir dan tersisa 1 rakaat witir terakhir, Syaikh Abdurrahman As Sudais mengingatkan bahwa di antara sunnah Nabi adalah sesekali tidak membaca doa qunut witir.

Sementara kebiasaan di Masjidilil Haram dan Masjid Nabawi, imam selalu membaca doa qunut di rakaat terakhir shalat witirnya dari awal hingga akhir Ramadan. Berbeda di negari kita biasanya qunut witir dibaca di 10 hari terakhir Ramadhan.

Agar tidak diangap wajib, maka Syaikh Sudais menjelaskan bahwa sesekali tidak membaca doa qunut juga bagian dari sunnah Nabi. Kemudian beliau melanjutkan mengimami shalat witir yang tinggal 1 rakaat tanpa membaca doa qunut.

Kuota Haji Dalam Negeri
Promo

Berikut dalil yang menjelaskan disunnahkannya membaca doa qunut dalam shalat witir:

Hadits Ubai bin Ka’ab radhiyallahu anhu, ia berkata:

إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُوْتِرُ فَيَقْنُتُ قَبْلَ الرُّكُوْعِ. أخرجه ابن ماجه.

Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berwitir lalu melakukan qunut sebelum ruku’. (HR Ibnu Majah dan dishahîhkan al-Albâni dalam Irwa’ al-Ghalil, 2/167 hadits no. 426).

Dalam kitab Al Mughni Imam Ahmad dalam riwayat Al Marudzi mengatakan :

كنت أذهب إلى أنه في النصف من شهر رمضان، ثم إني قلت: هو دعاء وخير، ووجهه ما روي عن أبي: “أن رسول الله صلى الله عليه وسلم، كان يوتر فيقنت قبل الركوع

“Dahulu aku berpendapat bahwa qunut witir itu disunnahkan setelah pertengahan bulan Ramadhan, kemudian aku berpendapat bahwasanya doa qunut itu adalah doa dan kebaikan (sehingga berlaku sepanjang tahun pent.) Dengan dalil hadits yang diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab: ‘Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam biasa membaca qunut dalam shalat witir sebelum rukuk’”

Atsar Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu yang disampaikan Alqamah rahimahullah, ia berkata:

أَنَّ ابْنَ مَسْعُوْدٍ وَأَصْحَابَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانُوْا يَقْنُتُوْنَ فِي الْوِتْرِ قَبْلَ الرُّكُوْعِ. أخرجه ابن أبي شيبة.

Sungguh, dahulu Ibnu Mas’ud dan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan qunut dalam Witir sebelum ruku’. (HR Ibnu Abi Syaibah, dan dikatakan oleh Syaikh al-Albani dalam Irwa’ al-Ghalil (2/166): “Sanadnya baik dan ia sesuai syarat Muslim,” setelah itu beliau berkata: “Kesimpulannya, bahwasanya yang shahih benar dari para sahabat ialah qunut sebelum ruku’ dalam Witir”).

*) Dari status FB Ustadz Sulaiman Abu Syeikha dengan perubahan redaksi seperlunya.

Promo