Putra Mahkota Saudi: Kami Serukan Kepada Iran Untuk Bekerja Sama Dan Mencampuri Urusan Dalam Negeri Di Kawasan

Putra Mahkota Saudi: Kami Serukan Kepada Iran Untuk Bekerja Sama Dan Mencampuri Urusan Dalam Negeri Di Kawasan

KTT Jeddah untuk Keamanan dan Pembangunan dimulai di Kerajaan Arab Saudi, di hadapan Presiden AS Joe Biden dan para pemimpin Dewan Kerjasama Teluk, Mesir, Yordania dan Irak.

KTT dimulai dengan pengambilan foto acara tersebut. Sambutan pembuka dari Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman, disampaikan salam dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz dan harapannya atas keberhasilan KTT Jeddah.

Muhammad bin Salman bertekad atas kesuksesan KTT Jeddah yang diadakan pada saat dunia sedang menyaksikan tantangan besar.

“Kami berharap KTT Jeddah mampu menghadapi tantangan global,” menekankan bahwa ekonomi global terkait dengan stabilitas harga energi, “kita harus terus memompa investasi dalam energi bersih.”

Muhammad bin Salman menambahkan bahwa Kerajaan sebelumnya telah mengumumkan peningkatan kapasitas produksinya menjadi 13 juta barel perhari.

infohajian.org

Dia menekankan, “Kami serukan kepada Iran untuk bekerja sama dan tidak ikut campur dalam urusan negara-negara di kawasan,” dan menekankan bahwa “Irak menyaksikan peningkatan keamanannya, yang tercermin dalam keamanan kawasan.”

Putra Mahkota juga menekankan bahwa “stabilitas kawasan membutuhkan solusi politik di Suriah dan Libya.”

Presiden AS bertemu dengan para pemimpin Dewan Kerjasama Teluk, termasuk juga Mesir, Yordania dan Irak, selama pertemuan puncak di Jeddah, bagian terakhir dari tur Timur Tengahnya, yang juga membawa isu Israel dan Palestina.

Presiden AS membahas harga minyak yang bergejolak dan berharap ada peningkatan produksi minyak untuk mengurangi harga bahan bakar yang tinggi dengan latar belakang perang Ukraina.

Pertemuan puncak ini mempertemukan para pemimpin enam negara Dewan Kerjasama Teluk, ditambah Mesir, Yordania dan Irak.

Sebelumnya kedatangan para pemimpin Arab di Jeddah disambu langsung oleh Putra Mahkota Saudi Muhammed bin Salman.

Seorang pejabat senior pemerintah AS mengatakan bahwa Presiden Biden akan membahas kemampuan rudal dan pertahanan terintegrasi di KTT Jeddah, dan juga akan mengumumkan pendanaan sebesar $1 miliar untuk ketahanan pangan di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Pada hari Jumat (15/7) kemarin, Biden tiba di Arab Saudi dan bertemu dengan Raja Saudi Salman bin Abdulaziz, Putra Mahkota Muhammad bin Salman dan para pejabat senior Saudi.

Berbicara dengan wartawan di Air Force One dari Israel ke Jeddah, Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan bahwa selama pertemuan puncak itu akan memungkinkan Biden untuk “secara jelas dan obyektif mempresentasikan visi dan strateginya” terkait dengan keterlibatan AS di Timur Tengah.

Dia menambahkan, “Biden bertekad untuk memastikan tidak ada kekosongan di Timur Tengah” yang akan diisi oleh China dan Rusia.

Setelah diskusi pada hari Jumat, kedua belah pihak menandatangani 18 perjanjian dan nota kerja sama di bidang energi, investasi, komunikasi, ruang angkasa dan kesehatan, termasuk mempromosikan penerapan Internet generasi kelima, sebagaimana yang dilansir media resmi Saudi.

Arab Saudi dan komitmen terhadap stabilitas pasar energi global, sepakat dengan AS untuk berkonsultasi secara teratur tentang pasar energi global dalam jangka pendek dan panjang.

Kedua belah pihak menekankan kebutuhan untuk mencegah campur tangan Iran dalam urusan internal negara-negara di kawasan dan mencegah Iran dalam mendukung terorisme melalui kelompok-kelompok bersenjatanya.

Saudi-AS juga menegaskan komitmen permanen mereka untuk solusi dua negara, terkait masalah Palestina dan Israel.[]

Sumber: Alarabiya