Umrah Ramadan oleh: Haji Tanpa Antri Bilboard Dekstop
promo: Haji Tanpa Antri Bilboard Dekstop

Negara Arab Mana yang Akan Mengikuti UAE Berdamai Dengan Israel?

Negara Arab Mana yang Akan Mengikuti UAE Berdamai Dengan Israel?

Pemerhati politik di Timur Tengah percaya bahwa kesepakatan Uni Emirat Arab dan Israel hari Kamis (13/8) ini, akan mendorong negara-negara lain di kawasan untuk mengikuti jalan yang sama.

Sebelumnya, Putra Mahkota Abu Dhabi, Syaikh Muhammad bin Zayed Al-Nahyan dan Presiden AS Donald Trump, telah menyampaikan perjanjian tersebut melalui hubungan telepon, bersama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Perjanjian tersebut, yang disponsori oleh Amerika Serikat, mendapatkan sambutan internasional.

Kuota Haji Dalam Negeri
Promo

Di antaranya Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Perdana Menteri Inggris, Presiden Mesir dan Bahrain mengucapkan selamat kepada UEA, menggambarkannya sebagai “langkah bersejarah”.

Peneliti Timur Tengah, Rawan Manjulah, mengindikasikan bahwa langkah Emirat “akan mendorong semua negara Dewan Kerjasama Teluk untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.”

Richard Goldberg, penasihat senior di Yayasan Pertahanan Demokrasi, mengatakan bahwa “negara-negara Bahrain, Oman, dan mungkin Irak akan mengikuti melakukan perdamaian dengan Israel.”

“Seharusnya sebagai negara pertama, penghargaan kepada Uni Emirat Arab atas keberaniannya untuk bergerak maju menuju kesepakatan damai dengan Israel,” tambah Goldberg.

Dia mengatakan bahwa “kawasan Timur Tengah sedang berkembang secara politik dan ekonomi, banyak alasan yang membuat negara-negara di kawasan itu memutuskan untuk berdamai dengan Israel demi masa depan rakyatnya.”

Utusan khusus AS untuk perdamaian, Brian Hook, mengatakan sebelumnya, bahwa hari ini perjanjian perdamaian antara Israel dan UEA adalah “mimpi buruk” bagi rezim yang berkuasa di Iran.

“Kita akan menyaksikan lebih banyak perjanjian serupa, baik dengan semua negara Dewan Kerjasama Teluk, yang akan bergabung dengan Emirates selain Sudan,” kata Hook.

Penasihat Kepresidenan AS Jared Kushner mengatakan bahwa ada “kemungkinan besar” dalam tiga bulan mendatang Israel dan negara Arab lainnya akan mengumumkan normalisasi hubungan mengikuti jejak Tel Aviv dan Abu Dhabi.

Normalisasi dengan Israel dengan dimaksudkan untuk menghentikan
aneksasi Israel lebih lanjut ke tanah Palestina
.

Para pengamat memperkirakan perjanjian bersejarah itu akan memicu kecaman dari Turki dan sekutunya di kawasan.

Promo

Terutama dari pendukung Ikhwanul Muslimin, mengingat Ankara telah menjalin hubungan dengan Israel sejak 1949.

Penyair Arab Saudi Abdul Latif bin Abdullah Al-Sheikh mengomentari: “Setelah persetujuan dari Emirat dan Israel, Israel secara resmi menghentikan keputusan untuk mencaplok tanah Tepi Barat.

Padanya, Qatar dan Turki belum memberikan Palestina pencapaian yang signifikan di tingkat mana pun selama bertahun-tahun normalisasi…

Sebaliknya, mereka menabur dan mendanai perpecahan di barisan Palestina…

Dan di sini UEA memenangkan putaran pertama untuk mendukung Palestina.”

Penyair dan novelis Saudi, Abdul Karim Al-Muhanna menambahkan: “Perjanjian UEA-Israel adalah langkah penting yang akan mempengaruhi negara-negara Teluk dengan cara positif untuk masa depan.

Langkah ini akan mematahkan “tongkat” Turki, Iran dan Qatar, “yang selalu meluruskan” (mencari perlindungan) Amerika di wilayah tersebut.

Saya benci Israel, tetapi kami memahami kenyataannya.” erem