Arab Saudi berencana melipatgandakan lebih dari tiga kali lipat jaringan rel kereta api dengan 8 ribu kilometer jalur baru, sebagaimana yang disampaikan Menteri Investasi Saudi pada hari Rabu (12/1) kemarin.
“Kereta api baru akan melintasi wilayah Kerajaan dan menambah jaringan yang sudah kita miliki,” kata Khalid Al-Falih kepada Future Minerals Forum di Riyadh.
Saat ini ada sekitar 3.650 km jalur kereta api Saudi dalam tiga jalur.
Jalur Utara-Selatan 2.750 km membentang dari Riyadh ke perbatasan dengan Yordania, yang memiliki jalur pengumpan untuk operasi penambangan mineral di utara Kerajaan.
Riyadh-Dammam membentang sepanjang 450 km dari ibu kota ke pantai timur, dan jalur baru berkecepatan tinggi Haramain sepanjang 450 km menghubungkan kota-kota suci Mekah dan Madinah melalui Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah dan King Abdullah Economic City di utara.

Al-Falih juga mengatakan bahwa kementeriannya sedang mengerjakan undang-undang investasi baru yang akan menjawab kebutuhan investor domestik dan internasional.
Undang-undang itu akan diberlakukan tahun ini, “semoga segera,” kata Al-Falih, dan akan menambah reformasi peraturan dan undang-undang lainnya yang diperkenalkan oleh Kerajaan.
Pada tahun lalu telah Arab Saudi menegaskan bahwa seluruh perusahaan asing harus mendirikan kantor perwakilannya di Kerajaan hingga akhir 2023 atau terancam kehilangan kontraknya dengan pemerintah.
Pada bulan Oktober lalu, sebanyak 44 perusahaan internasional telah mendapatkan izin untuk mendirikan kantor regionalnya di Riyadh.[]
Sumber: ARBN