Harta Hakiki: Sepenggal Kisah dari Tabuk

Harta Hakiki: Sepenggal Kisah dari Tabuk

Seorang pebisnis dari kota Tabuk bernama Usamah dikunjungi oleh teman lamanya dari kota Riyadh bernama Ahmad.

Usamah menjamu tamunya Ahmad dan temannya dengan suguhan istimewa. Terlebih penduduk Tabuk memang dikenal dengan kedermawanannya karena Hatim Ath-Thai (tokoh legendaris dalam hal kedermawanan di masa jahiliyah) dari sana.

Setelah beristirahat, sore harinya Usamah mengajak Ahmad dan temannya berkeliling kota sambil memperlihatkan aset-asetnya berupa tanah, kebun dan apartemen yang berderet.

Di akhir babak, Usamah bertanya kepada temannya Ahmad, “Bagaimana pendapatmu tentang apa yang kau lihat?”

Ahmad, “Aku tak melihat apa-apa?”

infohajian.org

Usamah kaget tak menyangka jawaban temannya, “Dari tadi kau bilang oh…oh, apa artinya?”

Ahmad, “Semua yang kulihat adalah harta peninggalan untuk ahli warismu, sementara engkau tak punya apa-apa! Apa yang kau banggakan tak dapat memberi manfaat bagi(akhirat)mu”.

Usamah, “Semua itu milikku? Jerih payahku.”

Ahmad, “Ya, bukan aset yang mengantarkanmu masuk surga. Aku belum melihat kau bangun masjid atau waqaf untuk maslahat kaum muslimin.”

Usamah betul-betul seperti disambar petir yang membuatnya menganga dan tersadar seketika.

Begitu usai melepas kepergian sahabat lamanya, ia langsung membangun masjid besar dengan kapasitas 2000 jamaah beserta atribut perlengkapan rumah untuk imam dan muadzinnya. Dilengkapi pula tempat pemandian jenazah kaum muslimin.

Subhanallah….!

Setelah mega proyek akhiratnya rampung sempurna dan berjalan dua bulan, Usamah dipanggil menghadap Rabbnya, rahimahullahu ta’ala.

————————————

Nasihat tulus dari seorang sahabat menjadi pembuka jalannya menuju surga Allah Subhanah. Bila kita punya teman-teman salih dan berilmu, peganglah ia erat-erat jangan sampai lepas! Karena ia ibarat harta simpanan yang tak mudah kita temui juga tak ternilai harganya.

Wahai kaum muslimin yang mampu, jangan mengharap atau memelas kesadaran anak sepeninggalmu untuk berbuat dan berbuat amal salih untukmu sepeninggalmu. Sebab itu spekulasi untuk akhiratmu yang lebih banyak ruginya…. Atau tebak-tebakan yang banyak melesetnya!!!

Wallahul musta’an.

Ditulis oleh Ustadz Thoriq Abdul Aziz At-Tamimi, LC. MA حفظه الله تعالى