Pameran Wahyu: Destinasi Baru Jamaah Umrah di Makkah

Pameran Wahyu: Destinasi Baru Jamaah Umrah di Makkah

Walaupun belum resmi dibuka untuk umum, namun alhamdulillah kami bersama jamaah umrah Taqwa Tours dari Jawa Tengah mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Pameran Wahyu yang dikelola oleh Samaya Holding, sebuah perusahaan terkemuka di bidang pameran kebudayaan Islam.

RESERVASI

Untuk dapat mengunjungi pameran ini para pengunjung dapat melakukan reservasi terlebih dahulu ke nomor admin berikut +966559850986. Atau menghubungi nomor salah satu guide berbahasa Indonesia Hamdani +966509147891.

Cukup dengan mengisi formulir berikut, maka admin akan mengatur jadwal sesuai dengan urutan para pemohon;

  • Nama Travel:
  • Jumlah Jamaah:
  • Asal Negara:
  • Hari, Tanggal Berkunjung:
  • Nama dan Nomor Ketua Rombongan:

LOKASI DAN WAKTU KUNJUNGAN

Pameran Wahyu terletak di lembah Jabal Nur, tepatnya di Komplek Kawasan Budaya Hira. Koordinat Maps: https://maps.app.goo.gl/F2EpEn2fB9b9aySF8

Pameran Wahyu menerima para pengunjung hanya pada waktu 08.30 – 21.30 (kecuali hari Jumat 16.00 – 22.00)

infohajian.org

ISI DALAM PAMERAN

Tiba di area pameran, kami langsung disambut oleh beberapa guide dengan berbagai keahlian bahasa. Setelah menunjukkan bukti reservasi maka petugas berbahasa Indonesia pun menyambut kami dengan ramah.

Saat itu guide berbahasa Indonesia yang bertugas adalah Ust. Hilmi Zaidan, Lc. Mahasiswa Pascasarjana Jurusan Tafsir di Umm Al-Qura University yang berasal dari Banten.

Sesuai dengan keahliannya di bidang Tafsir dan Ilmu al-Quran, beliau pun memandu para jamaah Taqwa Tours di setiap sudut gedung pameran secara detail.

Pada area pameran pertama, para pengunjung disambut dengan layar multimedia besar yang menunjukkan video seputar konsep kenabian dalam Islam. Video berbahasa Arab dengan subtitle berbahasa Inggris ini diterjemahkan secara singkat ke dalam bahasa Indonesia oleh ustadz Hilmi sepotong demi sepotong.

Setelah berpindah ke beberapa layar multimedia dengan masih berisi sub pembahasan tentang keimanan kepada para Nabi, tibalah kesempatan bagi para jamaah untuk masuk ke dalam sebuah hall pameran yang sangat besar.

Dilengkapi dengan screen sepanjang lebih kurang 25 meter dan maket 3D tentang pegunungan di kota Makkah; hall pameran semakin menarik karena tersedianya beberapa projector yang menyorotkan video presentasi beresolusi tinggi dan audio yang menggelegar.

Para pengunjung pun dibuat nyaman karena kursi duduk disusun dengan model teatrikal dalam beberapa anak tangga. Beberapa menit penjelasan seputar kondisi Makkah, datangnya pasukan bergajah yang dipimpin Abrahah, kelahiran Nabi Muhammad, hingga proses turunnya wahyu dijelaskan begitu runtut dengan narasi yang sangat baik.

Lepas dari gedung pameran, para pengunjung masih mendapatkan sajian seputar pengetahuan umum tentang Jabal Nur, Gua Hira, bahkan yang membuat pameran ini sangat menarik adalah tersedianya dua buah ruangan yang merupakan duplikasi Gua Hira dengan perbandingan 1:1.

Tidak hanya duplikasi Gua Hira saja, suasana pemandangan yang dipamerkan pun sangat mirip dengan kondisi Gua Hira yang sesungguhnya. Disana ada projector yang menyorotkan video bergerak sehingga para pengunjung seolah dapat merasakan seperti apa pemandangan di sekitar Gua Hira.

[insyaallah di lain kesempatan saya akan menjeskan sekilas tentang blue print komplek Jabal Nur]

Di sesi akhir para pengunjung akan mendapatkan penjelasan tentang sosok Khadijah radhiyallahu anha yang sangat setia mendampingi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mulai dari saat kritis pasca wahyu diturunkan hingga seterusnya.

Sampai di ruangan terakhir barulah para pengunjung diajak untuk berbelanja di toko oleh-oleh yang menyediakan berbagai cindera mata hingga mushaf al-Quran untuk diwakafkan ke Masjidil Haram.

KESAN DAN SARAN

Kerajaan Arab Saudi dalam hal ini Samaya Holding telah mengadakan riset yang mendalam sehingga segala data yang disajikan hingga berbagai multimedia yang disediakan sangat menakjubkan. Tidak hanya untuk pengunjung yang awam, bahkan para pengunjung yang terpelajar pun banyak mendapatkan insight dari pameran ini.

Akan tetapi saat tiba di hall pameran, video menarik dan narasi audio berbahas arab yang sangat menyentuh ini belum dapat diterjemahkan dengan baik pada subtitle berbahasa Indonesia. Tentu hal ini akan jauh lebih maksimal jika penerjemahan dan pemilihan kalimatnya dapat melibatkan penerjemah yang lebih berpengalaman.

Secara umum, tempat ini sangat direkomendasikan untuk dikunjungi.[]

*) Dari pengalaman Ustadz Rafiq Jauhary, yang ditulis di laman FB-nya.