KJRI Jeddah Sambut Lebih Dari 450 Mahasiswa Baru Indonesia di Madinah

KJRI Jeddah Sambut Lebih Dari 450 Mahasiswa Baru Indonesia di Madinah

Lebih dari 450 mahasiswa Indonesia di Madinah hadir pada acara Welcoming Session dan pelantikan pengurus baru PPMI Madinah masa jabatan 2022-2023.

Konsul Jenderal RI Jeddah, Dubes Eko Hartono, mengawali arahan kepada mahasiswa Indonesia di Madinah dengan mengingatkan bahwa setiap mahasiswa harus bersyukur karena mendapatkan kesempatan belajar di Kota Madinah.

Dubes Eko Hartono juga menambahkan betapa perjuangan mahasiswa di seluruh dunia untuk menunggu hasil dari ujian yang mereka ikuti demi mendapatkan kesempatan untuk belajar di Kota Madinah.

“Saya lihat ini mahasiswa baru tapi kok wajahnya sudah tua semua.”

Mahasiswa Madinah yang akhirnya dapat belajar di Kota Madinah, khususnya di Universitas Islam Madinah, harus menunggu 2-3 tahun, bahkan lebih untuk mendapatkan jawaban dari pihak Universitas atas kelulusan mereka.

infohajian.org

Tidak sedikit juga yang sudah menyelesaikan gelar sarjananya di Indonesia sebelum akhirnya berkesempatan untuk belajar di Kota Madinah.

Dubes Eko Hartono pada kesempatan ini pula mengingatkan mahasiswa untuk terus menghormati peraturan pemerintah Arab Saudi dan tetap fokus pada niat awal untuk menimba ilmu di Kota Madinah.

Paparan selanjutnya diberikan oleh Pelaksana Fungsi Pensosbud 1, Windratmo, yang pada kesempatan Welcoming Session kali ini menghimbau mahasiswa baru untuk sangat berhati-hati dalam menggunakan media sosial di Arab Saudi.

Windratmo mengarahkan mahasiswa untuk sangat bijak bermedia sosial dan mengingatkan untuk tidak mengambil foto di sembarang tempat yang tidak diperkenankan oleh pemerintah Arab Saudi.

Pada kesempatan Welcoming Session ini hadir pula Koordinator Perlindungan Warga (KPW), Neni kurniati, yang menggunakan kesempatan pertemuan untuk menjelaskan secara rinci hukum-hukum yang ada di Arab Saudi.

Tujuan utamanya adalah untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa baru bagaimana bersikap dan tidak membawa budaya hukum yang ada di Indonesia.

KPW juga menegaskan bahwa kedudukan sebagai mahasiswa adalah amanah untuk bijak bersikap dalam kehidupan sehari-hari di Arab Saudi.

Silih berganti Pelaksana Fungsi dan Teknis memberikan arahan dan pengetahuan kepada mahasiswa baru di Madinah.

Staf Teknis Imigrasi KJRI Jeddah, Ahmad Zaeni, mendapatkan giliran untuk memberikan pengetahuan mengenai betapa pentingnya menjaga dokumen pribadi seperti paspor, Kartu Identitas Diri atau Iqomah, termasuk juga himbauan agar tidak menyalahgunakan visa pelajar untuk kepentingan lain, seperti bekerja di Arab Saudi.

Staf Teknis Perhubungan, Gus Rional, pada kesempatan ini juga hadir untuk memperkenalkan diri sekaligus menghimbau untuk disiplin menjaga dokumen pribadi ketika bepergian ke luar kota maupun luar negeri.

Gus Rional juga menjelaskan aturan terbaru bagi PPLN yang akan masuk ke Indonesia agar mengikuti ketentuan yang berlaku dari pemerintah Indonesia.

Welcoming Session ditutup oleh paparan Staf Teknis Urusan Haji dan Umrah, Nasrullah Jasam, yang pada kesempatan ini memperkenalkan diri sebagai salah satu alumni mahasiswa Timur Tengah.

Nasrullah membagi pengalaman dan himbauan untuk terus memposisikan diri sebagai orang Indonesia.

“Walaupun belajar di Arab Saudi harus diingat kita adalah orang Indonesia. Jangan sampai ketika pulang ke Indonesia nanti justru menyalahkan semua ajaran di Indonesia.”

Nasrullah Jasam menghimbau mahasiswa untuk tetap bersikap santun dan berdakwah dengan cara yang menenangkan hati. Selain membagi pengalaman belajar di Timur Tengah, beliau juga mengingatkan bahwa sangat banyak ulama-ulama Indonesia yang sukses menimba Ilmu di Arab Saudi.

“Kalian harus bersyukur bahwa kalian mendapatkan kesempatan untuk belajar seperti ulama-ulama terdahulu”

Paparan diakhiri dengan penjelasan kedudukan mahasiswa yang ingin mengikuti Tenaga Pendukung Haji, harus memiliki izin dari pihak Universitas dan tentu memiliki kualifikasi untuk menjalankan tugas tersebut.

Selain acara Welcoming Session, Konjen RI Jeddah juga mendengarkan laporan pertanggungjawaban anggota PPMI Madinah masa jabatan 2021-2022 dan melantik ketua baru PPMI Madinah masa jabatan 2022-2023.[]

Sumber: KJRI Jeddah, dengan perubahan seperlunya.