Menteri Kehakiman Turki, Abdulhamit Gul mengatakan bahwa kasus Jamal Khashoggi sedang diselidiki dan hasilnya diperkirakan akan segera dirilis.
Seruan itu muncul setelah maraknya berita yang rancu dari beberapa media Turki dan Qatar serta Barat, yang mengklaim laporan tetang apa yang terjadi terhadap wartawan Saudi tersebut.
Gul menegaskan bahwa penyelidikan terhadap hilangnya Khashoggi dilakukan secara akurat dan mendalam di semua tahap, dan menyatakan harapannya untuk mendapatkan hasil sesegera mungkin.
Dia menyatakan bahwa Kejaksaan Turki sedang melakukan penyelidikan atas hilangnya Khashoggi, bukan Departemen Kehakiman. Dia menekankan bahwa Kejaksaan Istanbul akan melakukan langkah sesuai dengan hukum yang berlaku di negaranya dan hukum internasional dalam penyelidikannya kasus Khashoggi.
Dia juga memastikan bahwa penyelidikan dilakukan oleh Kantor Jaksa Penuntut Umum secara rahasia, menyerukan agar mengabaikan apa yang diekspos oleh media dan jejaring sosial dalam kasus tersebut, dan meminta agar mengikuti semua informasinya dari pernyataan yang dikeluarkan resmi oleh Kejaksaan.
Di tempat terpisah, Presiden Rusia, Vladimir Putin menyerukan hal yang sama ke dunia internasional, pada hari Kamis (18/10), agar tidak tergesa-gesa kepada kesimpulan. Presiden Rusia tersebut mengatakan bahwa negaranya akan menunggu hasil penyelidikan sebelum memutuskan apa dampaknya terhadap hubungan Rusia dengan Arab Saudi.
“Mereka yang percaya bahwa ada pembunuhan harus memberikan bukti,” kata Putin. “Hilangnya (Khashoggi) adalah sebuah tragedi, tetapi kita perlu memahami apa yang terjadi,” imbunya.
Khashoggi, seorang warga Saudi yang tinggal di AS, menghilang pada 2 Oktober setelah mengunjungi Konsulat Saudi di Istanbul untuk menyelesaikan dokumen yang berhubungan dengan perceraiannya. Arab Saudi dan Turki telah membentuk tim gabungan untuk menyelidiki raibnya jurnalis tersebut.
Pada hari Kamis (18/10) ini, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo juga mengatakan bahwa Arab Saudi telah meyakinkannya, “mereka akan melakukan penyelidikan menyeluruh dan membongkar semua fakta.”
Pompeo, yang baru saja melaporkan kepada Presiden Donald Trump atas kunjungannya ke Arab Saudi dan Turki, mengatakan kepada wartawan bahwa Amerika Serikat memberi kesempatan kepada Arab Saudi dalam beberapa hari ini untuk bekerja dalam penyelidikan.
Trump mengatakan dia tidak akan membuat keputusan mengenai kasus ini sampai Pompeo melaporkan kembali dari pembicaraannya di Riyadh dan Ankara awal pekan ini.
“Saya mengatakan kepada Presiden Trump pagi ini, kita harus memberi mereka kesempatan beberapa hari lagi untuk menyelesaikan semua, sehingga kita juga memiliki pemahaman yang komprehensif tentang fakta-fakta yang terjadi, pada titik mana kita dapat membuat keputusan atau jika Amerika Serikat harus merespon atas insiden yang terjadi pada Khashoggi,” jelas Pompeo.
Dia menegaskan kembali pentingnya Arab Saudi sebagai mitra Amerika Serikat dan eksistensinya di Timur Tengah.
Duta besar Arab Saudi untuk AS, Pangeran Khalid bin Salman, sebelumnya membahas “rumor berbahaya dan desas-desus yang tidak jelas tentang keberadaan dan nasib Jamal,” pekan lalu.
Pangeran Khalid mengatakan rumor bahwa otoritas Arab Saudi telah menahan Khashoggi atau membunuhnya, benar-benar palsu dan tidak berdasar.
Donald Trump mengkritik pada hari Selasa (16/10) atas tudingan yang tersebar masif secara global, menyalahkan Arab Saudi atas hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi. Dia mengingatkan agar tidak tergesa-gesa untuk menghakimi. “Saya pikir kita harus mencari tahu apa yang terjadi lebih dulu,” katanya.
Setelah percakapan telepon dengan Raja Salman pada hari Senin (15/10), di mana presiden AS membahas penyelidikan bersama oleh Saudi dan Turki atas raibnya Khashoggi, Trump mengatakan bahwa wartawan Saudi mungkin telah dibunuh oleh “rogue killers.” jll