Umrah Plus September oleh: Umrah Plus September
promo: Umrah Plus September

Menlu Arab Saudi: Penderitaan Kemanusiaan di Gaza Tidak Dapat Diabaikan

Menlu Arab Saudi: Penderitaan Kemanusiaan di Gaza Tidak Dapat Diabaikan

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, menegaskan bahwa serangan Israel terhadap infrastruktur dan fasilitas kesehatan dan penargetan warga sipil di Gaza merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum humaniter internasional (HHI), serta tantangan langsung terhadap sistem internasional yang berdasarkan hukum dan norma.

Pada saat yang sama, Pangeran Faisal bin Farhan mendesak komunitas internasional untuk memikul tanggung jawabnya guna menjamin akses bantuan kemanusiaan dan perlindungan warga sipil. Dia menyampaikan bahwa “penderitaan kemanusiaan di Gaza tidak dapat diabaikan.”

Serta menekankan tentang pentingnya upaya komunitas internasional untuk mengakhiri krisis ini dan mencapai perdamaian yang permanen dan komprehensif bagi semua, berdasarkan solusi dua negara sesuai dengan hukum internasional.

Bilboard News Detail
Promo

Pernyataan tersebut disampaikan saat dia mewakili Putra Mahkota Arab Saudi sekaligus Ketua Dewan Menteri, Pangeran Muhammad bin Salman, pada hari Senin (7/7) di Rio de Janeiro, Brazil, dalam sesi pertama hari kedua KTT BRICS ke-17 tahun 2025, di mana Arab Saudi turut hadir sebagai negara yang diundang untuk bergabung dengan BRICS.

Pendekatan Praktis yang Seimbang

Dalam konteks yang sama, Menteri Luar Negeri Arab Saudi menyampaikan harapan Kerajaan untuk membangun kerja sama yang bermanfaat melalui platform multilateral untuk masa depan yang penuh dengan peluang yang lebih banyak dan pembangunan bersama.

Dia juga menegaskan komitmen Kerajaan terhadap Kesepakatan Kerangka Kerja PBB mengenai perubahan iklim dan perjanjian Paris, menyerukan penerapan pendekatan praktis dan seimbang yang mempertimbangkan kondisi yang beragam dari berbagai negara.

Pengelolaan Tantangan Lingkungan

Lebih lanjut, Menteri Luar Negeri menjelaskan bahwa Arab Saudi, sebagai salah satu negara yang menghadapi kelangkaan air, telah mengembangkan metode dan teknologi canggih untuk mengelola tantangan lingkungan dan sumber daya air.

Kerajaan juga telah memimpin upaya yang menghasilkan pendirian “Organisasi Air Dunia” yang bertujuan untuk menjamin akses yang adil terhadap sumber daya vital ini.

Reformasi Visi 2030

Terkait sektor kesehatan, Pangeran Faisal menjelaskan bahwa Visi Arab Saudi 2030 mencakup reformasi komprehensif yang berfokus pada pencegahan dan perawatan terpadu. Dia memaparkan pengalaman Kerajaan dalam mengelola perkumpulan besar yang melibatkan orang banyak seperti haji dan umrah, serta pengembangan sistem perencanaan dan peringatan dini, yang memperkuat posisinya sebagai pusat regional yang selalu siaga dan tanggap akan darurat kesehatan, sesuai dengan standar internasional.[Muhammad Wildan Zidan]

Sumber: AlArabiya

Umrah Bersama Kami
Promo