Arab Saudi memperkuat jaringan listrik dengan Energi surya, mendukung target 50% kontribusi energi terbarukan pada 2030. Langkah ini menegaskan komitmen kerajaan terhadap masa depan energi bersih.
Arab Saudi kini telah memulai operasional komersial tiga pembangkit listrik tenaga surya baru. Dengan kapasitas total yang mendekati 2,8 gigawatt. Langkah ini mempertegas komitmen kerajaan dalam memanfaatkan potensi energi terbarukan yang melimpah.
Pembangkit-pembangkit listrik tenaga surya di Arab Saudi ini tersebar di tiga wilayah yang mencakup bagian-bagian penting dari kerajaan. Dengan berjalannya operasional proyek-proyek energi surya ini, Arab Saudi berharap dapat memainkan peran sentral dalam mewujudkan ambisi besar mereka.
Proyek-proyek ini mendukung visi 2030, mendiversifikasi campuran energi, dan memperkuat peran energi terbarukan di masa depan. Kerajaan berfokus pada transformasi energi bersih yang berkelanjutan.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya Al Kahfah
Perusahaan Isy’a’ Renewable Energy menerima sertifikat operasional untuk pembangkit Al Kahfah dengan kapasitas 1.425 megawatt. Langkah ini memperkuat komitmen mereka terhadap pengembangan energi surya. Pembangkit ini terletak di wilayah Hail, Arab Saudi, dengan tarif pembelian listrik sebesar 1,769 sen per kWh.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya Sa’ad 2
Perusahaan Sa’ad Second Renewable Energy juga menerima sertifikat operasional komersial untuk kapasitas kedua sebesar 365,7 megawatt, menjadikan pembangkit listrik tenaga surya Sa’ad 2 mencapai kapasitas penuh sebesar 1.125 megawatt.
Pusat Sa’ad di wilayah Riyadh menjadi lokasi yang ambisius. Proyek ini berkembang dengan tarif pembelian listrik yang kompetitif, yaitu sebesar 1,794 sen per kWh, memperlihatkan efisiensi dan daya tariknya dalam sektor energi terbarukan.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya Ar Rass 2
Perusahaan Nawwar Renewable Energy menerima sertifikat operasional komersial pertama untuk kapasitas 1.000 megawatt dari total kapasitas proyek pembangkit listrik tenaga surya Ar Rass 2.
Dengan kapasitas total mencapai 2.000 megawatt, proyek ini tengah dilaksanakan di dekat provinsi Ar Rass, wilayah Al Qassim. Mengusung tarif pembelian listrik yang menarik, yaitu 1,697 sen per kWh, proyek ini semakin menegaskan komitmen Arab Saudi dalam pengembangan energi terbarukan.
Pada bulan Mei 2023, pihak-pihak terkait menandatangani ketiga proyek besar ini, dengan kapasitas total mencapai 4.550 megawatt. Nilai keseluruhan proyek-proyek tersebut tercatat sebesar 12,2 miliar riyal, atau sekitar 3,25 miliar dolar AS, menunjukkan besarnya investasi yang digelontorkan untuk mempercepat transisi energi terbarukan.
Rincian pembangkit-pembangkit ini adalah sebagai berikut:
- Pembangkit Ar Rass 2 dengan kapasitas 2.000 megawatt.
- Pembangkit Sa’ad 2 dengan kapasitas 1.125 megawatt.
- Pembangkit Al Kahfah dengan kapasitas 1.425 megawatt.
Langkah ini menunjukkan keseriusan Arab Saudi dalam mendorong transisi menuju energi terbarukan dan memperkuat perannya di kancah global sebagai penghasil energi bersih. [Muhammad Wildan Zidan]
Sumber: Attaqa