Umrah Plus September oleh: Umrah Plus September
promo: Umrah Plus September

Impor Mobil Listrik Arab Saudi Melonjak 301% dalam 5 Bulan

Impor Mobil Listrik Arab Saudi Melonjak 301% dalam 5 Bulan

Pasar Arab Saudi pada bulan-bulan pertama tahun ini mencatat lonjakan signifikan dalam impor mobil listrik, meningkat sebesar 301% hingga mencapai 349 unit dengan nilai lebih dari 82 juta riyal.

Menurut data dari Otoritas Umum Statistik yang diperoleh oleh Al-Eqtisadiah, impor mobil listrik Arab Saudi pada periode yang sama tahun lalu hanya berjumlah 87 unit dengan nilai 28 juta riyal.

China menempati posisi teratas sebagai negara pengekspor mobil listrik ke Arab Saudi dari Januari hingga Mei lalu dengan 212 unit, diikuti Jerman 64 unit, Prancis 32 unit, dan Amerika Serikat 28 unit.

Bilboard News Detail
Promo

Austria berada di urutan kelima dengan 11 unit, sementara Korea Selatan dan Meksiko masing-masing hanya mengekspor 1 unit.

Sebelumnya, pada periode yang sama tahun 2024, China juga menempati urutan pertama dengan 31 unit, disusul Amerika Serikat 29 unit, Jerman 20 unit, Jepang 4 unit, Polandia 2 unit, dan Italia 1 unit.

China terus memperkuat posisinya sebagai pasar mobil terbesar di dunia dengan menguasai lebih dari setengah penjualan mobil listrik global. Pertumbuhan rata-rata bulanan mencapai 36% pada semester pertama 2025 menurut data perusahaan riset pasar Ro Motion.

Di Eropa, penjualan naik 48% mencapai sekitar 390 ribu unit, Amerika Utara tumbuh 10% hingga melampaui 170 ribu unit, sementara di wilayah lain dunia penjualan melonjak 55% menjadi lebih dari 140 ribu unit.

Kepercayaan Konsumen Lokal

Konsumen Saudi tampaknya semakin menerima mobil listrik, seiring dengan berkurangnya kekhawatiran mengenai kerusakan atau cacat produksi. Hal ini tercermin dari penurunan jumlah mobil listrik yang ditarik kembali (recall) sebesar 59%, hanya 115 unit pada semester pertama 2025 dibanding 284 unit pada periode yang sama 2024.

Dr. Bandar Al-Faifi, asisten profesor teknik energi terbarukan, menyebut bahwa peningkatan impor mobil listrik menunjukkan kesadaran konsumen yang tumbuh akan pentingnya menggunakan transportasi rendah emisi karbon. Ia menambahkan:

“Kesadaran ini didorong oleh komitmen Arab Saudi dalam transisi menuju transportasi bersih dan berkelanjutan, yang diwujudkan dalam berbagai langkah nyata untuk mendorong penggunaan mobil listrik.”

Menurut Al-Faifi, langkah paling menonjol yang telah diambil Saudi adalah menarik perusahaan global seperti Lucid, memulai produksi mobil listrik dan baterai di dalam negeri, serta memperluas infrastruktur pengisian daya.

Dia menambahkan: “Saudi menyadari pentingnya infrastruktur untuk mendukung transformasi ini. Karena itu, diluncurkan perusahaan seperti EVIQ untuk menyediakan jaringan pengisian lokal yang luas dengan target 5.000 stasiun pengisian pada 2030, sebagaimana tercantum dalam laporan King Abdullah Petroleum Studies and Research Center.”

Perkembangan global dalam industri mobil listrik, ditambah keberadaan agen lokal dan menurunnya kasus recall, telah meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap teknologi ini.

Umrah Bersama Kami
Promo

Investasi Lokal

Arab Saudi tengah menyaksikan pertumbuhan pesat di sektor mobil listrik. Negara ini telah meluncurkan merek lokal pertamanya bernama “Ceer”, dengan rencana produksi dan lokalisasi industri bersama perusahaan global.

Selain itu, perusahaan Lucid Motors dari Amerika Serikat telah meresmikan pabriknya di King Abdullah Economic City, dan mulai memproduksi mobil mewahnya di Saudi dengan rencana peningkatan kapasitas produksi di masa depan.

Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa Arab Saudi sedang membangun ekosistem mobil listrik secara terpadu, selaras dengan Visi 2030 yang menargetkan diversifikasi ekonomi dan pengurangan emisi karbon. Kombinasi antara impor yang meningkat, peluncuran merek lokal, serta pembangunan fasilitas produksi menjadikan Saudi calon pemain regional penting di sektor ini.

Re-ekspor

Selain impor, Saudi juga berkembang menjadi pusat logistik untuk re-ekspor mobil listrik. Pada lima bulan pertama 2025, tercatat 8 unit mobil listrik senilai 8 juta riyal diekspor kembali ke Uni Emirat Arab, China, dan Spanyol (masing-masing 2 unit), serta Amerika Serikat dan Korea Selatan (1 unit masing-masing).

Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun 2024 hanya ada 5 unit dengan nilai lebih dari 2,6 juta riyal yang diekspor kembali.

Impor Tiga Tahun Terakhir

Dalam tiga tahun terakhir, Saudi telah mengimpor sekitar 1.174 unit mobil listrik dengan nilai lebih dari 510 juta riyal. Tahun 2023 menjadi yang terbesar dengan 778 unit, diikuti 2022 sebanyak 210 unit, dan 2024 sebanyak 186 unit.

Amerika Serikat menjadi pengekspor terbesar dengan 573 unit, disusul Jerman 332 unit, China 150 unit, Korea Selatan 34 unit, Polandia 10 unit, dan Italia 1 unit.

Pasar yang Makin Matang

Menurut Mohammed Othman, manajer penjualan di salah satu agen mobil di Saudi, peningkatan impor ini menandai masuknya Saudi pada tahap baru dalam permintaan mobil listrik. Hal ini menunjukkan pasar Saudi tumbuh lebih cepat dari perkiraan.

Dia menegaskan bahwa berkurangnya kasus recall meningkatkan kepercayaan konsumen dan menjadi faktor pendorong adopsi mobil listrik, terlebih dengan bertambahnya infrastruktur pengisian daya.

Othman juga menambahkan bahwa para agen mobil kini yakin bahwa mobil listrik mulai mengambil pangsa pasar domestik. Hal ini mendorong mereka meningkatkan impor untuk memenuhi permintaan konsumen, termasuk dari perusahaan rental mobil yang kini semakin mengandalkan pendapatan dari penyewaan mobil listrik, yang terbukti mulai memberikan keuntungan finansial signifikan.[]

Sumber: aleqt.com