Umrah Plus September oleh: Umrah Plus September
promo: Umrah Plus September

Ini Dia Aturan Ketat Restoran di Arab Saudi: Wajib Cantumkan Informasi Gizi

Ini Dia Aturan Ketat Restoran di Arab Saudi: Wajib Cantumkan Informasi Gizi

Setelah pengumuman dari Otoritas Umum Makanan dan Obat (SFDA) tentang penerapan regulasi teknis baru terkait makanan, yang mewajibkan tempat usaha makanan untuk menampilkan informasi gizi secara rinci dalam menu, para ahli menilai bahwa hal ini meningkatkan transparansi informasi makanan dan memberikan informasi yang cukup kepada konsumen ketika makan di luar rumah, sehingga mereka dapat membuat keputusan makanan yang lebih sehat.

Peraturan yang mulai berlaku sejak awal Juli ini mencakup penambahan label “tinggi garam” sebagai panduan pada makanan dengan kandungan garam tinggi, pengungkapan kadar kafein dalam minuman, serta estimasi waktu yang dibutuhkan untuk membakar kalori dari makanan tersebut.

Para ahli gizi menilai bahwa pengungkapan kandungan makanan ini menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan individu dan memudahkan pelacakan jumlah zat gizi yang dikonsumsi, yang pada akhirnya membantu menjaga kesehatan masyarakat secara umum.

Bilboard News Detail
Promo

Kandungan Wajib dalam Menu Makanan

Dalam wawancaranya dengan AlArabiya, ahli gizi Safaa Bazaraah menegaskan bahwa kondisi kesehatan tiap orang berbeda-beda, begitu pula tujuan mereka mengetahui kandungan makanan. Ada yang ingin menjaga berat badan, ada yang ingin menurunkannya, sementara yang lain ingin mengendalikan penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung, atau untuk menghindari zat penyebab alergi.

Bazaraah menekankan pentingnya mencantumkan informasi rinci seperti jumlah kalori, kandungan garam dan kafein, komposisi jus buah, serta estimasi waktu yang dibutuhkan untuk membakar kalori dari makanan tersebut.

Terkait kafein, kini wajib dicantumkan kadar kafein dalam makanan dan minuman, karena dampaknya berbeda-beda pada tiap individu. Estimasi waktu pembakaran kalori juga dipengaruhi oleh banyak faktor seperti jenis olahraga, usia, massa otot, jenis kelamin, genetika, kualitas tidur, dan tingkat kebugaran fisik.

Pengungkapan Zat Pemicu Alergi… Kebutuhan Mendesak

Bazaraah juga membahas zat-zat yang paling sering menyebabkan alergi dan yang harus ditulis dengan jelas dalam menu, yaitu:

  1. Biji-bijian yang mengandung gluten (seperti gandum, barley, oat, rye, dan millet)
  2. Krustasea dan produknya
  3. Telur dan produknya (seperti mayones)
  4. Ikan dan produknya
  5. Kacang tanah dan produknya
  6. Kacang pohon dan produknya
  7. Susu dan produknya (termasuk yang mengandung laktosa)
  8. Sulfit dengan konsentrasi 10 bagian per juta atau lebih
  9. Seledri dan produknya
  10. ustard dan produknya
  11. Biji wijen dan produknya
  12. Moluska dan produknya
  13. upin (kacang tormos) dan produknya
  14. Kedelai dan produknya.

Sementara itu, ahli gizi Fahd Al-Saeed menjelaskan kepada AlArabiya, bahwa sejak 1 Oktober 2019, SFDA telah mewajibkan tempat usaha makanan seperti restoran untuk mengungkapkan zat penyebab alergi dalam menu mereka. Keputusan ini kemudian diikuti dengan sejumlah pembaruan penting, antara lain

  1. Regulasi pengungkapan zat penyebab alergi
  2. Label aktivitas fisik dalam daftar menu
  3. Label makanan tinggi garam
  4. Regulasi pengungkapan kandungan kafein

Al-Saeed menegaskan bahwa pengungkapan zat pemicu alergi bukanlah tindakan formalitas, melainkan kebutuhan vital, karena reaksi alergi bisa mengancam jiwa jika terjadi tanpa diketahui. Ia menjelaskan bahwa sebagian orang mengira alergi hanya menyebabkan bersin atau gatal, padahal dalam beberapa kasus bisa menyebabkan kematian.

Apa Itu Alergi Makanan?

Menurut Al-Saeed, alergi makanan adalah reaksi abnormal dari sistem imun terhadap jenis makanan tertentu. Zat pemicu umum antara lain telur, almond, kacang mete (kacang pohon), kacang tanah, makanan laut seperti udang, gandum, kedelai, dan ikan.

Ia juga menjelaskan perbedaan antara alergi makanan dan intoleransi makanan: alergi berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh, sedangkan intoleransi terjadi karena kekurangan enzim pencernaan seperti laktase (untuk mencerna susu).

Umrah Bersama Kami
Promo

Gejala Alergi Makanan

Gejalanya bisa berupa satu atau lebih dari berikut ini: pembengkakan lidah, mulut, atau wajah; kesulitan bernapas; tekanan darah rendah; muntah atau diare; gatal atau ruam pada kulit; dan menggigil.

Al-Saeed menyebut bahwa alergi bisa terjadi di semua usia, meskipun lebih sering muncul di usia tertentu. Ia menyatakan bahwa 68% anak-anak yang memiliki alergi telur akan sembuh saat menginjak usia 16 tahun.

Integrasi Sosial bagi Penderita Alergi

Ahli gizi Ruaa Al-Haidari menunjukkan bahwa banyak orang yang mengalami keterasingan sosial karena alergi yang mereka alami, karena tidak bisa makan bersama orang lain atau berpartisipasi dalam acara keluarga dan sosial.

Ia menambahkan, “Dari pengalaman saya, saya melihat banyak kasus di mana penderita tidak bisa menikmati hidup karena alergi. Jika mereka mencoba bersikap sopan dengan memakan makanan tertentu, itu bisa berakibat fatal, terutama pada anak-anak.”

Al-Haidari memuji langkah pemerintah yang mewajibkan restoran dan kafe mencantumkan zat penyebab alergi pada produk atau menu mereka. Ia menegaskan bahwa langkah ini membantu mengurangi jumlah kasus berbahaya dan mendukung penderita alergi untuk lebih mudah berbaur dalam masyarakat tanpa rasa takut atau cemas. [Muhammad Abyan Arrazi]

Sumber: AlArabiya