Umrah Plus September oleh: Umrah Plus September
promo: Umrah Plus September

Kenali Ghubar, Badai Pasir dan Debu Ciri Khas Iklim Arab Saudi

Kenali Ghubar, Badai Pasir dan Debu Ciri Khas Iklim Arab Saudi

Warga penduduk di Arab Saudi mengenalnya dengan ghubar, yaitu badai pasir atau debu yang kerap datang pada waktu tertentu, terutama saat pergantian musim.

Badai pasir dan debu merupakan salah satu tantangan iklim yang paling menonjol di Arab Saudi, penyebab dan sumbernya yang bervariasi berdasarkan wilayah dan musim. Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Pusat Badai Debu Regional mengidentifikasi enam wilayah utama tempat terbentuknya debu, termasuk Al-Jafurah, Ad-Dahna, Rub’ al-Khali, Nafud, Tihama, dan pesisir selatan Laut Merah.

Afnan Al-Malham, asisten profesor iklim di Universitas King Faisal, menjelaskan bahwa Wilayah Timur dan Tengah dikenal di musim panas karena angin “Bawarih” utara, yang aktif antara bulan Juni dan Juli yang disebabkan oleh perbedaan tekanan antara India dan Mediterania timur. Angin ini menerbangkan debu dari gurun Jafurah dan Ad-Dahna menuju Al-Ahsa, Dammam, Riyadh, dan Al-Qassim.

Bilboard News Detail
Promo

Musim Gugur dan Dataran Rendah Afrika

“Tapi musim panas bukan satu-satunya,” tambah Al-Malham. Di musim gugur, sistem tekanan rendah aktif dari Afrika melewati Jazirah Arab menuju Teluk, menerbangkan debu dari wilayah gurun itu sendiri. Angin kencang ini disertai angin selatan ke barat daya yang menerbangkan debu.

Dia menjelaskan: Di wilayah utara, angin utara yang dingin bertiup pada musim dingin dan semi, membawa debu dari perbatasan Irak dan wilayah Nafud, yang menyebabkan badai berulang di Al-Jawf, Arar, dan Hail.

Musim Debu di Wilayah Barat

Adapun di wilayah barat, “musim debu” terjadi selama musim panas akibat variasi tekanan atmosfer permukaan. Angin barat laut bertiup kencang, membawa debu dari dataran Makkah Al-Mukarramah menuju Provinsi Al-Laits, Al-Qunfudhah, dan Jazan. Di akhir musim panas, awan petir yang terbentuk di atas wilayah Makkah dan Madinah memicu aliran udara ke bawah yang menerbangkan debu dan pasir di pesisir barat.

Interaksi Tekanan Rendah Mediterania dan Laut Merah

Selama musim dingin dan gugur, angin selatan dan tenggara bertiup dari pesisir selatan Laut Merah menuju Mekah dan Madinah. Angin ini seringkali lembap dan hangat, dan menyebabkan debu beterbangan akibat aliran tekanan rendah tingkat atas yang datang dari Laut Mediterania, yang kemudian semakin dalam menuju Kerajaan. Hal ini menciptakan respons dari tekanan permukaan Laut Merah yang rendah, sehingga menghasilkan angin permukaan yang aktif.

Angin lokal bertiup dari pegunungan selatan

Di wilayah barat daya, topografi Asir dan Jazan memengaruhi perilaku angin, menghasilkan angin pegunungan lokal yang bertiup turun dan meningkatkan badai debu, terutama selama musim kemarau.

Al-Malham menegaskan bahwa Arab Saudi berupaya memerangi fenomena ini dengan inisiatif lingkungan seperti “Arab Saudi Hijau” dan penanaman 10 miliar pohon, sebagai bagian dari visi ambisius untuk meningkatkan kualitas udara dan mengurangi dampak badai debu.

Prakiraan cuaca: Debu dan Angin kencang hari ini

Pusat Meteorologi Nasional (NCM) memperkirakan dalam laporan cuacanya hari ini bahwa angin kencang yang menyebabkan badai debu akan terus memengaruhi sebagian Najran, Riyadh, Madinah, dan Mekah, dengan jarak pandang mendekati nol di jalan pesisir menuju Jazan. Badai petir yang disertai angin kencang diperkirakan akan terjadi di sebagian dataran tinggi barat daya Arab Saudi, sementara cuaca akan tetap panas hingga sangat panas di sebagian Provinsi Timur. [Nu’man]

Sumber: alarabiya

Umrah Bersama Kami
Promo