Pada sisi kanan pintu ka’bah, terdapat delapan keping marmer putih langka yang berkilau dengan kilauan yang tak tertandingi. Namun, di balik batu marmer ini tersimpan kisah misterius yang berlangsung selama lebih dari 1.200 tahun, batu marmer ini menyembunyikan rahasia tentang jasad tak dikenal, pencurian, dan kehilangan yang aneh!
Batu marmer di sisi kanan pintu ka’bah bukanlah batu biasa. Marmer tersebut merupakan salah satu jenis marmer paling langka di dunia yang dikenal sebagai Batu Mary (Mary Stone). Batu Mary adalah jenis marmer putih murni bercirikan permukaannya yang ringan, berkilau, dan sejuk. Sumbernya dikatakan sangat langka dan mungkin tidak ditambang lagi saat ini.
Kisah ini dimulai lebih dari 1.200 tahun yang lalu, ketika Khalifah Abbasiyah Abu Ja’far Al-Mansur memerintahkan perluasan Masjidil Haram di Makkah. Hal ini merupakan bagian dari proyek politik dan keagamaannya untuk membangun legitimasinya, terutama setelah ia memindahkan ibu kota kekhalifahan ke Baghdad.

Sebagai bagian dari perluasan ini, Al-Mansur menyumbangkan delapan keping marmer mewah yang langka, yang ditempatkan di sisi pintu Ka’bah untuk menghormati tempat tersebut dan menaikkan status Khilafah.
Kepingan marmer tetap di tempatnya, diam-diam menjaga pintu masuk Ka’bah, hingga suatu hari yang aneh tiba.
Lebih dari 200 tahun yang lalu, secara misterius, kedelapan keping marmer itu menghilang!
Beritanya sungguh mengejutkan. Bagaimana mungkin sesuatu yang begitu sakral dicuri dari tempat seperti itu (Ka’bah)? Pintu-pintu pun tertutup dan bel ketakutan berbunyi. Tidak seorang pun tahu bagaimana atau siapa yang melakukannya.
Hari-hari berlalu, mungkin juga berminggu-minggu. Kemudian, di salah satu gang dekat tempat suci itu, ditemukan sesosok mayat laki-laki tak dikenal, tanpa diketahui nama atau identitasnya. Namun, di dekat tubuhnya terdapat sesuatu yang mengejutkan. Delapan keping marmer Ka’bah tergeletak di sampingnya!
Siapa dia? Apakah dia seorang pencuri? Apakah dia dihukum? Atau apakah dia menyesalinya dan mengembalikannya lalu mati? Atau apakah dia korban konspirasi yang lebih besar? Tidak seorang pun tahu. Namun, jenazah tersebut menjadi misteri yang membingungkan penduduk Makkah dan terus menimbulkan pertanyaan hingga saat ini.

Potongan marmer yang ditemukan segera dikembalikan ke Ka’bah. Setelah kejadian itu, jasad yang tak dikenali tadi memperoleh simbolisme. Ia telah menjadi saksi akan makna “kesucian,” “kekaguman,” dan “pencegahan ilahi.” Seolah-olah siapapun yang ingin melanggar kesucian rumah Allah akan binasa.
Meski telah berabad-abad, kepingan marmer ini tetap terjaga dan statis, sekaligus menjadi saksi dari cerita yang belum selesai. Tidak ada nama pencurinya, tidak ada alasan pencuriannya, hanya jejak. Perasaan misterius menghantui pengunjung bahwa Ka’bah menyimpan rahasia yang tidak dapat diungkapkan. [Jihan]