Umrah Plus September oleh: Umrah Plus September
promo: Umrah Plus September

Kebijakan Baru Saudi: Turis Asing Dapat Refund PPN 15%, Diajukan di Bandara Saat Meninggalkan Saudi

Kebijakan Baru Saudi: Turis Asing Dapat Refund PPN 15%, Diajukan di Bandara Saat Meninggalkan Saudi

Arab Saudi melakukan perubahan pada Peraturan Pelaksana Sistem Pajak Pertambahan Nilai (PPN), termasuk di dalamnya pengembalian pajak kepada turis saat mereka meninggalkan wilayah Kerajaan.

Surat kabar Asharq Al-Awsat mengajukan beberapa pertanyaan kepada para ahli untuk mengetahui pentingnya kebijakan ini dan bagaimana dampaknya terhadap pariwisata Saudi.

Sejumlah ahli menegaskan bahwa layanan ini akan mendorong turis untuk datang lebih banyak Arab Saudi, terlebih lagi Riyadh telah menjadi salah satu destinasi wisata utama di kawasan. Selain karena perkembangan pembangunan fasilitas hiburan dan resor wisata yang mampu bersaing dengan destinasi internasional lainnya, dan berbagai kemudahan yang diberikan baru-baru ini.

Bilboard News Detail
Promo

Dewan Direksi Otoritas Zakat, Pajak, dan Bea Cukai Arab Saudi telah menyetujui perubahan peraturan pelaksana sistem PPN yang mulai diberlakukan sejak diterbitkan di lembaran resmi pada hari Jumat (18/4) lalu.

Dalam aturan tersebut, turis diizinkan mengajukan pengembalian pajak atas pembelian barang-barang yang memenuhi syarat dan telah dibayar selama berada di Kerajaan, saat mereka meninggalkan Saudi.

Nilai PPN sebesar 15% yang dibayarkan oleh turis untuk barang dan jasa yang mereka beli selama di Arab Saudi akan dikembalikan kepada mereka saat keberangkatan meninggalkan Kerajaan, yang berlaku efektif sejak hari Jumat, 18 April 2025.

Saudi telah memberikan banyak kemudahan bagi turis asing, mulai dari perubahan sistem dan regulasi, hingga visa elektronik yang sangat membantu meningkatkan jumlah wisatawan.

Tahun lalu, Arab Saudi mencatat rekor pengeluaran wisatawan asing sebesar 154 miliar riyal (sekitar 41 miliar Dolar), meningkat 14% dibanding tahun sebelumnya, dipicu oleh lonjakan kunjungan pada semester kedua tahun 2024.

Kebijakan ini sejalan dengan strategi nasional pariwisata Saudi yang memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan non-migas serta pertumbuhan sektor swasta.

Pakar PPN, Ali Al-Nasser, mengatakan kepada Asharq Al-Awsat bahwa keputusan ini merupakan salah satu langkah penting yang mencerminkan arah Kerajaan dalam memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata global, khususnya dalam kerangka Visi 2030 yang bertujuan mendiversifikasi sumber pendapatan dan meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap ekonomi nasional.

Ali Al-Nasser menambahkan, “Penurunan biaya pembelian barang secara nyata di dalam Kerajaan sebesar 15% (sesuai nilai PPN yang dibayarkan oleh turis), akan menjadi dorongan lebih besar bagi turis untuk berbelanja dan membelanjakan uangnya di negara ini. Hal ini akan merangsang aktivitas ekonomi dan mendorong toko-toko untuk meningkatkan layanan serta strategi pemasaran guna menarik wisatawan.”

Dia juga menekankan bahwa menurut peraturan pelaksana PPN, wisatawan asing disarankan mengikuti beberapa petunjuk penting untuk memastikan pengajuan pengembalian pajaknya berjalan dengan benar.

Umrah Bersama Kami
Promo

Seperti, pembelian harus dilakukan di dalam Kerajaan untuk penggunaan pribadi dan belum dikonsumsi secara nyata di dalam negeri, serta memiliki faktur pajak resmi yang menunjukkan pembayaran PPN.

Al-Nasser melanjutkan, secara umum, pengembalian tidak mencakup produk yang telah dikonsumsi di Arab Saudi atau layanan seperti akomodasi hotel, makanan dan minuman, bahan makanan, produk tembakau, pembelian kendaraan, dan sebagainya sesuai dengan peraturan.

Adapun proses pengembalian PPN harus dilakukan sebelum meninggalkan Kerajaan melalui gerbang atau bandara yang memiliki penyedia layanan resmi dari otoritas.

Menurut prediksi, keputusan ini akan secara nyata dapat meningkatkan jumlah wisatawan asing, karena Arab Saudi akan menjadi destinasi yang menarik untuk berbelanja setelah adanya pengurangan biaya bagi turis, menurut Al-Nasser.

Dia menjelaskan bahwa Arab Saudi menerima lebih dari 30 juta turis asing pada tahun 2024. Setelah kebijakan ini diterapkan, diperkirakan jumlahnya akan meningkat antara 15 hingga 20 persen dalam beberapa tahun ke depan, terutama dengan meningkatnya kualitas pengalaman pengunjung dan kemudahan dalam proses pengembalian pajak.

Al-Nasser juga memperkirakan bahwa pengeluaran wisatawan untuk belanja akan meningkat rata-rata 10 hingga 15 persen karena mereka mengetahui bahwa pajaknya dapat dikembalikan. Hal ini tentunya akan meningkatkan pendapatan bagi sektor terkait seperti ritel, dan juga akan berdampak secara tidak langsung pada sektor transportasi dan perhotelan, meskipun layanan tersebut tidak termasuk dalam pengembalian pajak.

Sementara itu, pakar urusan pariwisata, Muhammad Al-Abdul Karim, mengatakan kepada Asharq Al-Awsat bahwa Kerajaan berhasil menarik 30 juta wisatawan internasional berkat kemudahan yang diberikan kepada pengunjung serta perkembangan sektor pariwisata yang dialami negara tersebut baru-baru ini.

Dia menyatakan bahwa keputusan dari Otoritas Zakat, Pajak, dan Bea Cukai yang mengizinkan pengembalian PPN kepada turis asing merupakan lompatan besar dalam meningkatkan daya tarik Arab Saudi sebagai destinasi wisata global dan sejalan dengan target-target Visi 2030.

Langkah ini meningkatkan kepuasan pengunjung, memberikan keuntungan kompetitif dengan mengurangi sebagian dari biaya belanja di negara tersebut, dan mendorong mereka untuk berbelanja lebih banyak serta menikmati pengalaman wisata yang menyeluruh.

Al-Abdul Karim juga memberi saran kepada para wisatawan yang akan berkunjung ke Arab Saudi untuk menyimpan semua faktur pembelian dari toko yang berpartisipasi, memastikan pengisian data paspor saat pembayaran, lalu mendatangi titik pengembalian pajak di bandara sebelum keberangkatan untuk mengambil uangnya secara tunai atau melalui kartu.

Ia menambahkan bahwa fitur pengembalian pajak ini tidak hanya meningkatkan pengalaman wisata, tetapi juga mengurangi beban finansial turis, yang membuat mereka lebih tertarik untuk kembali berkunjung dan merekomendasikan Arab Saudi sebagai destinasi wisata kepada orang lain.[]

Sumber: awsat