Tim Ekonomi dan Perdagangan (Ekodag) KJRI Jeddah memenuhi undangan berkunjung ke perusahaan International Basket.
Dipimpin oleh Pelaksana Fungsi Ekonomi 1, Dr. Windratmo, beserta Pelaksana Fungsi Ekonomi 2 dan 3, Akhmad Baihaqie dan Edwien Satya, Tim Ekodag bertemu dengan General Manager perusahaan, Bakr Abdulwahab Bargawi dan Project Manager, Kamal Muhammad Al-Samhan.
International Basket mengeluhkan salah satu dampak memburuknya hubungan Saudi dengan Turki adalah terbatasnya aktivitas dagang kedua negara.
Banyak pengusaha dagang dan importir Saudi mencari mitra dagang alternatif.
Abdulwahab Bargawi mengutarakan keinginan perusahaannya untuk memperluas bisnis dengan mitra di Indonesia.
Salah satu bisnis utama International Basket adalah sebagai importir arang, yang juga akan dipasarkan kembali ke negara-negara di kawasan Timur Tengah lainnya.
Tim Ekodag mendorong International Basket untuk tidak hanya melakukan impor arang dari Indonesia, namun juga produk-produk lainnya yang selama ini diimpor dari Turki.
Situasi ini merupakan peluang untuk meningkatkan volume ekspor produk-produk Indonesia ke Saudi.
Produk seperti makanan, minuman, pakaian dan buah-buahan Indonesia telah banyak beredar di pasar Saudi, agar masyarakat Saudi familiar dangan produk-produk Indonesia.
Setelah dijelaskan mengenai banyaknya variasi produk yang dapat diimpor dari Indonesia, Muhammad Al-Samhan mengatakan bahwa dengan senang hati pihaknya akan mengajak rekan-rekan importir lainnya untuk berpaling mencari peluang ke Indonesia.
KBRI Riyadh awal bulan ini menjelaskan bahwa produk Indonesia yang telah masuk ke Arab Saudi dan diminati, di antaranya kendaraan penumpang (Toyota), minyak sawit dan ikan tuna.
Produk lainya memiliki kesempatan yang besar, mengingat pasar Arab Saudi cukup potensial dengan demand yang tinggi.
BACA: Apakah Indonesia Tidak Penting Bagi Arab Saudi?
*) Dinukil dari status FB KJRI Jeddah “KJRI Jeddah Dorong Pengusaha Saudi untuk Impor Arang Indonesia” dengan beberapa penambahan seperlunya.